KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson mengingatkan agar selalu waspada terhadap penyakit tidak menular.
Pasalnya, hal ini sudah menjadi masalah global.
Saat ini, generasi muda berisiko mengidap penyakit tidak menular.
"Yang perlu diwaspadai adalah pola hidup generasi muda yang kelak akan menjadi generasi Indonesia Emas," ungkap Pj Gubernur Kalbar Harisson saat menjadi keynote speaker Pontianak International Health Conference Ke 4 Tahun 2024 di Aula Pendidikan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Pontianak, Rabu 4 September 2024.
Ia menimpali, Gaya hidup “ngafe” yang kini patut diwaspadai.
Ngafe adalah kebiasaan seseorang bersantai di warung kopi (coffee shop).
Ngafe berakibat pada meningkatnya angka pasien diabetes usia muda.
"Perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan yang tidak bergizi dan juga minuman yang mengandung tinggi gula, menyebabkan dunia menghadapi masalah peningkatan gangguan kesehatan penyakit tidak menular ini. Belum lagi kurangnya aktivitas fisik yang menjadi faktor risiko utama," jelas Harisson.
Sebagai informasi, penyakit tidak menular adalah sebuah penyakit yang tidak mengalami proses pemindahan dari orang lain, namun menjadi penyebab kematian paling banyak bagi masyarakat.
Beberapa macam penyakit yang tergolong tidak menular, diantaranya penyakit jantung, kanker, diabetes, penyakit paru kronik, dan stroke.
Cara Mencegah Penyakit Tidak Menular
Penting bagi kita untuk mengetahui cara pencegahan penyakit tidak menular.
Dilansir laman Ayosehat Kementerian Kesehatan RI, berikut ini diantaranya: