KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Dalam rangka aksi nyata mendukung Program Pemerintah Republik Indonesia Asta Cita, Direktorat Narkoba Polda Kalbar mengelar pers rilis pemusnahan barang bukti narkotika sebanyak 10,9 Kilogram sabu di halaman Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalbar, Jl. Zainuddin No. 36, Kota Pontianak, Senin 11 November 2024.
Direktur Reserse Narkoba Polda Kalbar Kombes Pol Thelly Iskandar mengungkapkan, barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus selama bulan Oktober oleh jajaran Direktorat Narkoba Polda Kalbar.
Salah satu Operasi Kepolisian Pemberantasan Narkoba yang telah dilaksanakan adalah operasi di Kampung Beting yang berlangsung selama enam hari berturut-turut dalam waktu sepekan ini.
“Saat melaksanakan Razia di Kampung Beting ini, kami menemukan berbagai alat penggunaan narkoba. Sedangkan untuk tersangka, kami berhasil menangkap satu orang yang saat ini tengah ditangani oleh Polresta Pontianak,” ungkap Kombes Pol Thelly Iskandar kepada awak media.
Polda Kalbar, tegas dia, berkomitmen akan terus menindaklanjuti program asta cita presiden khususnya dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba untuk menciptakan lingkungan yang aman dari peredaran gelap narkoba di Kalbar khususnya Kota Pontianak.
“Dan kita harapkan masyarakat pontianak ikut berperan aktif dengan melaporkan informasi mengenai peredaran gelap narkoba ke pihak kepolisian, mari kita bersama-sama memerangi narkoba di wilayah Kalbar dan kota Pontianak,” imbaunya.
Dalam kasus lain, Polda Kalbar mengungkap adanya barang bukti 1 kilogram narkoba yang rencananya akan dibawa ke Pulau Jawa.
Barang tersebut diduga telah dikirim beberapa kali dengan modus pengiriman lewat jalur laut, yang kini dalam pengawasan ketat oleh kepolisian.
“Dari Total Jumlah Barang bukti Narkotika jenis Sabu dengan total berat keseluruhan netto 10.987 Gram total jumlah jiwa yang terselamatkan sebanyak 87.896 (Delapan Puluh Tujuh Ribu Delapan Ratus Sembilan Puluh Enam) Jiwa. Semoga dengan operasi intensif dan partisipasi masyarakat, peredaran narkoba di wilayah Kalimantan Barat dapat terus ditekan," pungkasnya.
Baca berita dan informasi menarik lainnya di Google News (Klik Tautan Ini)
(*)