pontianak-kite

Rapat Tanggap Darurat Bencana Batingsor Kalbar, Menko Pratikno dan Kepala BNPB Suharyanto Paparkan Sejumlah Hal Ini

Jumat, 31 Januari 2025 | 15:59 WIB
Rakor Tanggap Darurat Bencana Batingsor Prov. Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Kamis 30 Januari 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Adpim Pemprov Kalbar)

KALIMANTANSATU.COM, PONTIANAK - Sejak beberapa minggu terakhir, Provinsi Kalimantan Barat sedang dilanda Bencana alam baik banjir, puting beliung dan tanah longsor (Bantingsor) di beberapa titik wilayah yang ada di Kalbar, Kamis (30/1/2025).

Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya.

Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat secara signifikan.

Karakteristik banjir sangat beragam.

Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup.

Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang.

Baca Juga: Beri Apresiasi Relawan Banjir di Kalbar, BNPB Janjikan Satu Unit Perahu Karet Bermesin

"Pada intinya Pemerintah terus berusaha keras untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana baik banjir, puting beliung, dan tanah longsor yang ada di Kalimantan Barat melalui pemerintah daerah baik itu berupa anggaran dan Juga bentuk alat supaya jajaran pemerintah bersama dengan BNPB dan Forkopimda bisa lebih efektif dalam membantu masyarakat," hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator (Menko) Bid. Pembangunan dan Kebudayaan RI Prof. Dr. Pratikno, M. Soc. Sc., seusai memimpin Rakor Tanggap Darurat Bencana Batingsor Prov. Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar.

Menko Pratikno juga meminta kepada seluruh jajaran agar mampu merencanakan dengan baik atas potensi-potensi terhadap bencana yang terjadi agar mampu diminimalisir.

Baca Juga: Sambut Baik Pelantikan Kepala Daerah 6 Februari 2025, Sujiwo : Semakin Cepat JIKIR Melayani Rakyat

"Tentu atas dasar hal ini kami di level Pemerintah pusat jug saling berkoordinasi lintas Kementerian bersama berusaha untuk memaksimalkan dalam pencegahan bencana-bencana itu bisa diminimalisir di waktu - waktu yang akan datang," ujar Pratikno.

Bencana Banjir Dengan Dampak Signifikan

Sementara itu, menambahkan atas apa yang disampaikan Bapak Menko, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa ada enam Kabupaten/Kota di Kalbar yang mengalami bencana banjir dengan dampak yang cukup signifikan seperti Kab. Sambas, Kab. Sanggau, Kab. Bengkayang, Kab. Landak, kemudian Kab. Kubu Raya, dan yang terakhir Kab. Mempawah.

"Oleh sebab itu, Pemerintah pusat memerintahkan kepada kami bahwa keenam daerah itu agar segera dibantu tanggap daruratnya kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah pasca bencana," terang Mayjen TNI Suharyanto.

Kepala BNPB Suharyanto menilai, bahwa di Kalimantan Barat sebenarnya memiliki daerah yang bisa dijadikan contoh dalam menangani banjir dengan baik seperti Kab. Sintang di tahun 2022 yang mana saat itu kita laksanakan secara terpadu baik dari Pemerintah pusat dan daerah, swasta serta Kementerian Lembaga terkait.

Halaman:

Tags

Terkini