"Gubernur Kalbar telah melayangkan surat ke Menteri agar sistemnya dapat dibuka kembali, sehingga siswa SMAN 1 Mempawah dapat mengikuti SNBP. Saya juga sudah memerintahkan Kadisdikbud Provinsi dan Kepala Sekolah SMAN 1 Mempawah untuk langsung ke Kemendikti membicarakan ini," paparnya.
Antisipasi Human Error
Harrison menambahkan, kasus seperti ini bisa saja terjadi di sekolah-sekolah lainya.
Diantara puluhan ribu SMA dan SMK negeri maupun swasta, lanjut dia, pasti ada yang melakukan kesalahan manusia (human error).
"Memang akan merugikan siswa. Harusnya ada antisipasi atau mitigasi yang dilakukan kemendikti. Jadi, bisa semacam peringatan awal secara sistem terhadap yang belum lengkap sampai ke peringatan terakhir," harapnya.
"Jadi, tidak ujug-ujug langsung ditutup sistemnya sehingga yang masih kurang-kurang tidak bisa mengupload atau mengupdate data lagi," tambahnya.
Harisson mencontohkan kasus kelalaian sekolah yang berada di Solo dalam kaitan PDSS. Sekolah tersebut mendapat toleransi waktu.
"Kalo mereka (Solo) bisa, kenapa kita tidak. Apalagi alasannya banjir (Mempawah). Sekarang jangan saling menyalahkan dulu, dah lah, kita sama-sama perjuangkan," pungkas Pj Gubernur.
(*)