"Kami meyakini bahwa pembangunan di Kalimantan Barat ini akan semakin mengokohkan Provinsi Kalimantan Barat sebagai provinsi yang strategis, berada di jalur lanjutan selat Malaka, dari Singapura lanjut sampai ke samudera Pasifik, pasti lewat Kalimantan Barat. Itulah sebabnya, saya pahami bahwa salah satu yang dikembangkan adalah pelabuhan internasional, dan disana juga sudah dikembangkan smelter untuk memanfaatkan smelter grade alumina refinery untuk memanfaatkan deposit bauksit yang luar biasa," kata Emil Dardak memaparkan.
Emil juga mengapresiasi potensi lain yang dimiliki Kalbar. Yakni, terkait sumber daya alam yang melimpah, dan menjadi perhatian khusus di masa kepemimpinan Ria Norsan-Krisantus Kurniawan.
Ada 20 lebih komoditas yang menjadi prioritas hilirisasi selain nikel.
Salah satunya bauksit yang disebut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Tentunya, sudah bisa dipastikan bahwa Presiden Republik Indonesia (RI) memiliki atensi khusus kepada Kalimantan Barat.
"Oleh sebab itu, bauksit ini diproses menjadi alumina dan tentunya menjadi bahan baku industri. Ini yang kita harapkan, bagaimana kemudian alumina sudah bisa memberikan nilai tambah yang luar biasa untuk perekonomian di Kalimantan Barat. Barulah kemudian produk yang sudah bernilai tambah ini bisa diolah menjadi berbagai produk misalnya di Jawa Timur," harapannya.
"Jadi, nilai tambah utama tetap berada di tanah kebanggaan Kalimantan Barat. Ini yang kita sebut gerbang baru. Kalau dulu kirim barang mentah langsung ke Jawa Timur, kirim hasil tambang mentah, hasil kebun mentah langsung dikirim, sekarang kami sadar bahwa Indonesia akan dibangun tidak lagi Jawa Sentris tapi Indonesia Sentris. Potensinya benar-benar besar sekali yang ada di Kalimantan Barat. Mudah-mudahan setelah ini persahabatan dan persaudaraan harus terjalin antara Pagar Jati dengan Jawa Timur," pungkas Emil Dardak.
Sebagai informasi, pengukuhan Pengurus Pagar Jati Kalbar Periode 2025-2030 dilakukan oleh Gubernur Kalbar Ria Norsan.
Pelantikan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Arumi Bachsin, Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, Sekretaris Daerah Prov Kalbar Harisson, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, jajaran pejabat Pemprov Kalbar, serta tokoh masyarakat lintas etnis.
(*)