Penanganan Gempa NTT: Pemerintah Siaga Helikopter dan Pesawat untuk Logistik! Jalur Darat Mulai Pulih Hingga Distribusi 50 Ribu Paket Sembako Presiden

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Senin, 17 Agustus 2026 | 12:29 WIB
Pemerintah Republik Indonesia (RI) mempercepat penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyiagakan armada transportasi udara di Labuan Bajo dan Maumere. (Dok. Bakom RI)
Pemerintah Republik Indonesia (RI) mempercepat penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyiagakan armada transportasi udara di Labuan Bajo dan Maumere. (Dok. Bakom RI)

KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah Republik Indonesia (RI) mempercepat penyaluran bantuan bagi korban gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyiagakan armada transportasi udara di Labuan Bajo dan Maumere.

Langkah ini diambil untuk mendukung penyaluran logistik serta mobilisasi personel ke area yang sulit dijangkau.

Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, menjelaskan bahwa dukungan udara merupakan langkah antisipasi jika akses darat terhambat.

“Ini semua kita standby-kan dan kita siap untuk digunakan, baik itu untuk mobilisasi personel maupun distribusi logistik jika diperlukan seandainya ada daerah-daerah membutuhkan dukungan distribusi logistik dari udara,” ungkap Aam, sapaan akrab Abdul Muhari dalam konferensi pers perkembangan penanganan bencana NTT, Minggu (16/8/2026).

Baca Juga: Penanganan Gempa NTT: RS Lapangan Didirikan di Reok, Akses Ende-Nagekeo Masih Putus

Rincian Armada Udara yang Disiagakan

  • Posko Labuan Bajo: 1 unit Heli Super Puma (TNI AU), 1 unit Heli Bell 412 (TNI AD), 1 unit helikopter BNPB, dan 2 unit pesawat Caravan (Kemenhub & BNPB).

  • Posko Maumere: 1 unit Heli Bell 412 (TNI AD), 1 unit Heli Panther (TNI AL), 2 unit Heli Bell (Kemenhub), dan 1 unit pesawat Caravan (BNPB).

Meski pemulihan akses darat tetap menjadi prioritas, skenario penanganan dipersiapkan melalui berbagai jalur.

“Yang pasti saat ini untuk akses logistik via darat kita pastikan bisa dilalui, dan kalaupun via darat sulit untuk dilalui, maka kita akan lakukan via udara. Kalau nanti dibutuhkan via laut, tentu saja kita akan membuka opsi penyaluran logistik via jalur laut,” ujar Aam.

Baca Juga: Respons Cepat Gempa NTT: Seskab Teddy Ungkap Bantuan Pemerintah Terjunkan 3.500 Personel TNI-Polri dan 27 Ton Logistik Sesuai Instruksi Presiden

Kondisi Akses Darat dan Distribusi Logistik

Kementerian PU telah membersihkan material longsor yang sempat menutupi jalan di kilometer 49 Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, sehingga kini sudah dapat dilintasi truk pengangkut BBM.

Sebagian besar titik jalan terdampak lainnya berada pada tahap akhir pembersihan dan ditargetkan kembali pulih sepenuhnya besok.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X