Kabut Asap Terparah di Banjarbaru Kalsel: Dampak Karhutla Bikin Jarak Pandang Sangat Terbatas, Jarak Pandang Hanya 5-10 Meter

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Jumat, 21 Agustus 2026 | 14:45 WIB
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti viralnya penampakan asap pekat imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Instagram.com/@undercover.id)

KALIMANTANSATU.COM - Kabut asap yang pekat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti sebagian wilayah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat penampakan kabut asap di area jalan raya kawasan tersebut hingga menimbulkan kecemasan bagi pengguna jalan.

Dilaporkan, asap pekat imbas karhutla di Banjarbaru itu menyebabkan jarak pandang warga hanya bisa sejauh 10 meter.

"Kabut asap pekat Karhutla selimuti Banjarbaru, jarak pandang hanya 10 meter," tulis postingan Instagram @undercover.id, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Berdasarkan laporan di lapangan, kabut asap kali ini merupakan yang terparah sejak Karhutla melanda Banjarbaru.

Hal tersebut, terutama di wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Liang Anggang, hingga ke Pengayuan serta perbatasan Banjarbaru dengan Kabupaten Tanah Laut.

Baca Juga: Nasib Siswa Malaysia Karena Karhutla Kalimantan: Terdampak Kabut Asap, 108 Sekolah di Malaysia Terpaksa Ditutup

Warga Diimbau Pakai Masker

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kalsel, Syamsir Rahman membenarkan kabut asap karhutla itu membuat jarak pandang sangat terbatas, hanya berjarak 5-10 meter.

"Kabut asap ini sangat pekat. Jarak pandang hanya sekitar 5 sampai 10 meter saja," ujar Syamsir dikutip dalam keterangannya, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Atas hal itu, Syamsir mengimbau kepada warga Banjarbaru untuk menggunakan masker agar terhindar dari dampak buruk akibat kabut asap karhutla.

"Warga Banjarmasin pakai masker, ini sudah bahaya," imbau Syamsir.

Di sisi lain, untuk mengantisipasi kecelakaan, para pengendara memilih melambatkan kendaraan.

Warga: Laju Bahaya, Bisa Kecelakaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X