KALIMANTANSATU.COM - Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengerahkan 71 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna menjamin pasokan pangan bagi masyarakat terdampar pascadilanda gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa NTT di Jakarta, Minggu (16/8/2026), bahwa alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang semula ditujukan bagi siswa sekolah dapat dialihkan sementara ke area pengungsian.
“Ada beberapa sekolah yang masih libur atau diliburkan karena rusak dan lain-lain. Tadi kami sudah komunikasi dengan Kepala BGN, Bapak Sudaryono. Ada 71 SPPG yang mungkin bisa difungsikan,” kata Tito.
“Karena sekolahnya tidak diberikan, nah dikasih ke pengungsian. Ini akan sangat bermanfaat,” imbuhnya.
Rencana Pembentukan Posko Wilayah Flores
Guna mengoptimalkan penanganan dampak bencana dan penyaluran logistik, Mendagri mengusulkan pembentukan dua pusat koordinasi utama:
- Posko Flores Timur: Mengakomodasi kebutuhan penyaluran bantuan di wilayah Ende, Sikka, Ngada, dan area sekitarnya.
- Posko Flores Barat: Berpusat di Labuan Bajo untuk mencakup wilayah Manggarai Barat, Manggarai, serta Manggarai Timur.
Penyesuaian Operasional Badan Gizi Nasional (BGN)
Sebelumnya, BGN telah menginstruksikan seluruh unit SPPG di kawasan terdampak gempa untuk memprioritaskan keselamatan jiwa dan menyesuaikan pola kerja dengan kondisi darurat.
Kepala BGN Sudaryono mengonfirmasi bahwa Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2025 mengenai Pelayanan Program MBG dalam Situasi Kedaruratan Akibat Bencana Alam sedang direvisi sesuai perkembangan situasi tanggap darurat terkini.
Pengelola fasilitas diminta terus memantau aturan pembaruan melalui surel resmi.
Baca Juga: Penanganan Gempa NTT: RS Lapangan Didirikan di Reok, Akses Ende-Nagekeo Masih Putus
“SPPG yang terdampak bencana wajib mengutamakan keselamatan dan melaporkan kondisi kepada pihak terkait. Sementara SPPG terdekat yang operasionalnya tidak terdampak dapat menyesuaikan pelayanan, termasuk membantu pemenuhan makanan bagi masyarakat terdampak dan kelompok rentan di sekitar wilayah bencana,” kata Sudaryono dalam keterangan resminya yang diunggah di media sosial, Sabtu (15/8/2026).
BGN turut mengimbau jajaran SPPG di lapangan untuk menjalin koordinasi intensif bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta pemerintah daerah demi memastikan distribusi pangan bagi para korban gempa berjalan cepat dan terpadu.
Artikel Terkait
Sinergi Jatim-Kalbar: Strategi Khofifah dan Dekranasda Bawa Produk Lokal Naik Kelas, Dorong Kolaborasi UMKM
Misi Dagang Kalbar-Jatim 2026: Dorong Hilirisasi Komoditas dan Buka Peluang Pelaku Usaha, Jalin Kemitraan Strategis
Hasil RUPSLB BEI 2026: Perubahan Susunan Komisaris, Nama Sekuritas, hingga Persiapan Demutualisasi ! Alex Widi Kristiono Jadi Komisaris
Peringati 49 Tahun Pasar Modal ! Gandeng Pegadaian dan OJK, BEI Tawarkan Instumen ETF Emas Berbasis Syariah untuk Investor Ritel dan Institusi
Tanggap Bencana Gempa Bumi Flores NTT, BRI Peduli Bergerak Cepat Bantu Warga Terdampak, Salurkan Berbagai Bantuan
Kado HUT ke-81 RI: Pecah Rekor! Indonesia Ekspor 200.000 Ton Beras Premium ke Malaysia Senilai Rp3,39 Triliun
Pemerintah Indonesia Siapkan 8 Langkah Strategis Pulihkan NTT Pasca-Gempa M7,7 di Pulau Flores ! Ini Instruksi Kepala BNPB Suharyanto
Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Gempa NTT, Menko PMK Minta Pemda Sinkronkan Posko : Jangan Hanya Recover, Buat NTT Lebih Tangguh!
Respons Cepat Gempa NTT: Seskab Teddy Ungkap Bantuan Pemerintah Terjunkan 3.500 Personel TNI-Polri dan 27 Ton Logistik Sesuai Instruksi Presiden
Penanganan Gempa NTT: RS Lapangan Didirikan di Reok, Akses Ende-Nagekeo Masih Putus