Usai menyampaikan hal tersebut, anggota Komisi VIII DPR, Matindas J. Rumambi langsung menegur agar mencabut pernyataan tentang jemaah lansia merepotkan.
“Interupsi Pimpinan, saya ingin mengingatkan KBIHU untuk mencabut istilah lansia itu merepotkan. Ini live loh, ya. Jangan ada bahasa jemaah haji lansia itu merepotkan. Baik untuk dicabut kalimat itu. Makasih,” kata Matindas.
Syatori kemudian menanggapi dengan mengatakan bahwa jemaah bisa repot saat beribadah.
“Ya apalah istilahnya, yang jelas beliau repot sendiri dan banyak orang yang harus begitu, yang didorong-dorong (kursi roda) begitu,” jawab Syatori.
Tuai Respons Warganet
Potongan video mengenai pernyataan Syatori tersebut viral di media sosial Threads usai diunggah ulang oleh akun @mekahmadinahid pada Selasa, 7 Juli 2026.
Unggahan tersebut lantas menuai lebih dari 460 balasan komentar dan menyoroti tentang antre haji di Indonesia.
Beberapa komentar warganet seperti, “Masalahnya itu mereka daftar masih muda, tapi diberangkatkan pas udah tua,” tulis akun @agu**********1
“Makanya antreannya jangan lama-lama. Jemaah daftar masih muda dan sehat tapi berangkatnya kelamaan jadi lansia dan lemah. Sembarangan nih kalau ngomong,” tulis akun @tmi******i
“Mengubah antrean haji juga enggak mungkin, toh ketentuan antrean juga dari pemerintah Saudi. Paling tepat ya memang untuk jamaah lansia dengan kondisi tertentu wajib dengan pendamping dari pihak keluarga,” tulis akun @mis********a
“Orang daftar haji itu rata-rata masih tergolong usia produktif. Tapi sistem yang membuat mereka harus berangkat di usia 60-70 tahunan. Jadi sistemnya yang coba dibenerin,” tulis akun @the*********n.
(Uploader: Panji Narendra M.)