Serangkaian pembenahan lanjutan bakal diprioritaskan untuk mengoptimalkan operasional di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), sekaligus memperketat skrining kesehatan jemaah sebelum diberangkatkan.
Qodari menambahkan bahwa temuan BPS ini akan dijadikan acuan krusial dalam mempercepat transformasi manajemen haji, terlebih musim haji 2026 menjadi momen bersejarah sebagai edisi perdana yang dikelola langsung oleh Kementerian Haji dan Umrah.
“Setiap angka adalah masukan dari jemaah, dan setiap masukan adalah dasar untuk menghadirkan pelayanan haji yang semakin baik,” pungkas Qodari.
(Uploader: Panji Narendra M.)