KALIMANTANSATU.COM - Pelajar SMK Negeri 5 Pontianak, Celina Olivia Apriani Theo, mengukir prestasi membanggakan setelah terpilih menjadi perwakilan Provinsi Kalimantan Barat dalam upacara kenegaraan Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Putri dari pasangan Intonius dan Anastasia ini diberi amanah penting sebagai pembawa baki Sang Merah Putih pada prosesi pengibaran bendera di hadapan Presiden RI Prabowo Subianto.
Momen berharga tersebut menjadi sorotan utama saat Presiden Prabowo menyerahkan bendera pusaka secara langsung ke tangan Celina.
“Yang pastinya saya merasa bangga, terharu, dan sangat bersyukur karena bisa dipercaya untuk membawa baki pada pagi hari ini,” kata Celina, ketika ditemui usai upacara.
Tahapan Seleksi dari Daerah Hingga Tingkat Nasional
Keberhasilan Celina bertugas di Istana Merdeka merupakan hasil dari proses panjang dan seleksi ketat yang dimulainya sejak Januari 2026:
- Tingkat Kota & Provinsi: Mengikuti tahapan seleksi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), kesamaptaan, psikotes, minat bakat, serta wawancara.
- Tingkat Pusat: Berhasil menembus posisi tiga besar putri dari Kalimantan Barat untuk verifikasi nasional hingga akhirnya ditetapkan sebagai pembawa baki utama.
“Saya terpilih menjadi tiga besar putri untuk melanjutkan verifikasi di tingkat pusat. Puji Tuhan, saya lolos di tingkat pusat dan sekarang dipercaya sebagai pembawa baki pada pengibaran hari ini,” ungkapnya.
Pesan untuk Generasi Muda dan Doa untuk Presiden
Pencapaian Celina menjadi kebanggaan besar bagi masyarakat Kalimantan Barat dan institusi sekolahnya.
Menatap momentum Indonesia Emas 2045, ia mengajak seluruh generasi muda untuk terus mengasah kemampuan, menjaga kerendahan hati, serta mencintai kebudayaan bangsa.
“Semoga tetap rendah hati, terus berkarya, dan selalu menyertakan Tuhan di setiap langkah. Semoga bangsa Indonesia semakin maju dan generasi muda tetap menunjukkan bakat-bakatnya, mencintai budaya, serta mencintai tanah air,” katanya.
Pengalaman bertugas di panggung kenegaraan ini dipandang Celina sebagai salah satu kenangan paling berharga dalam hidupnya.