Ramai Polemik Royalti Lagu bagi Kafe dan Warung Kopi, Persebaya Gratiskan Song For Pride untuk Semua Tempat Usaha Komersial

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 6 Agustus 2025 | 13:56 WIB
General Manager Persebaya Nanang Prianto bersama Mahardika Nurdian Syahputra saat proses penyerahan hibah lagu Song For Pride. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Persebaya)
General Manager Persebaya Nanang Prianto bersama Mahardika Nurdian Syahputra saat proses penyerahan hibah lagu Song For Pride. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Persebaya)

KALIMANTANSATU.COM - Lagi ramai soal royalti musik yang memberi dampak kepada banyak pelaku usaha di berbagai wilayah Indonesia.

Bahkan, mereka berpotensi terancam harus membayar royalti, meskipun sudah subscribe layanan musik ataupun sekadar memutar sound berisi suara alam (nature sound).

Sebagai entitas yang lekat dengan Surabaya, Persebaya mencoba menjembatani hal ini.

Persebaya tidak ingin pengusaha -terutama UMKM terdampak dari kebijakan Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN).

Persebaya pun mempersilakan anthem Song For Pride untuk diputar di ruang publik, sekalipun itu tempat komersil seperti kafe maupun warung kopi.

Baca Juga: Media Italia Rumorkan Jay Idzes Pindah ke Torino, Bujukan Transfer Capai Rp170 Miliar

General Manager Persebaya Nanang Prianto mengungkapkan, selama ini sebenarnya Persebaya tak pernah mempermasalahkan penggunaan Song For Pride di mana pun. Termasuk di-cover di berbagai platform.

Namun, dengan munculnya polemik terkait royalti lagu yang diputar di ruang publik dan area komersil, Persebaya khawatir ada pihak-pihak yang takut menggunakan anthem klub kebanggaan Arek-arek Suroboyo itu.

Bonek selama ini kompak melantunkan Song For Pride bersama pemain, sebelum dan sesudah pertandingan.
Bonek selama ini kompak melantunkan Song For Pride bersama pemain, sebelum dan sesudah pertandingan. (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Persebaya)

"Seperti yang disampaikan Pak Pres (Presiden Persebaya Azrul Ananda), kalau Persebaya baik, Surabaya ini pasti baik. Nah, Persebaya ingin ikut ambil bagian menanggapi keresahan pelaku usaha di Surabaya tentang adanya royalti musik itu. Kami mempersilakan tempat usaha di Surabaya, terutama UMKM, untuk memutar lagu ‘Song For Pride. Ini sekaligus untuk mem-Persebaya-kan lebih banyak lagi orang di Surabaya,” jelas Nanang dalam keterangannya, Rabu 6 Agustus 2025.

Nanang memastikan Persebaya mengizinkan penggunaan Song For Pride karena manajemen juga sudah memperoleh hak hibah sekaligus kuasa dari pencipta lagu itu, Mahardika Nurdian Syahputra.

Seperti diketahui, pada 10 November 2022 silam, Dika -sapaan akrab Mahardika Nurdian Syahputra- secara resmi menghibahkan hak cipta atas lagu Song For Pride ke manajemen Persebaya.

Saat itu, Dika memberikan hibah itu setelah Persebaya berhasil memutus sejarah puluhan tahun tak pernah menang lawan Arema FC di Malang.

Baca Juga: Beri Pujian ke Prabowo Subianto Ihwal Abolisi Tom Lembong dan Amnesti Hasto Kristiyanto, Mahfud MD : Langkah Tepat di Situasi Genting Penegakan Hukum

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X