Mereka menamai mesin telusur ini Backrub.
Tidak lama kemudian, nama Backrub diganti menjadi Google (syukurlah).
Nama Google merupakan pelesetan dari istilah ekspresi matematika untuk angka 1 yang diikuti oleh 100 angka nol, yang sangat mencerminkan misi Larry dan Sergey yakni “mengelola informasi dunia serta membuatnya berguna dan dapat diakses semua orang”.
Selama beberapa tahun berikutnya, Google tidak hanya menarik perhatian komunitas akademis tetapi juga para investor Silicon Valley.
Pada Agustus 1998, co-founder Sun, Andy Bechtolsheim, memberikan cek senilai $100.000 kepada Larry dan Sergey.
Pada saat itulah Google LLC didirikan secara resmi.
Dengan investasi ini, tim yang baru terbentuk itu mulai melakukan upgrade dengan pindah dari kamar asrama ke kantor pertamanya: sebuah garasi di daerah pinggiran kota Menlo Park, California, milik Susan Wojcicki (karyawan ke-16 dan kini menjabat sebagai CEO YouTube).
Beberapa komputer desktop kuno, sebuah meja ping-pong, dan karpet berwarna biru terang menjadi pemandangan sehari-hari pada saat itu. (Tradisi untuk menjadikan segala sesuatu penuh warna berlanjut hingga saat ini.)
Bahkan di masa-masa awal, ada banyak hal yang tidak biasa dari perusahaan ini: mulai dari server pertama Google (yang terbuat dari Lego) hingga gambar “Doodle” pertama pada 1998: yakni gambar orang-orangan yang terselip di antara logo Google, yang secara tidak langsung memberi tahu pengunjung situs bahwa seluruh staf sedang mengikuti Festival Burning Man.
Slogan “Don't be evil” (jangan berbuat jahat) menggambarkan keinginan kami untuk menggunakan metode yang berbeda.
Beberapa tahun berikutnya, perusahaan ini berkembang sangat cepat — merekrut engineer, membentuk tim penjualan, dan memperkenalkan anjing perusahaan pertamanya, Yoshka.
Karena telah berkembang jauh lebih besar, Google akhirnya harus berpindah dari ruang garasi menuju kantor pusatnya saat ini (“Googleplex”) di Mountain View, California.
Keinginan untuk melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda menjadi penggerak kami. Begitu juga Yoshka.
Terus-menerus mencari solusi yang lebih baik telah menjadi inti segala hal yang Google lakukan.
Saat ini, Google telah membuat ratusan produk yang digunakan miliaran orang di seluruh dunia, mulai dari YouTube dan Android, hingga Gmail dan, tentu saja, Google Penelusuran.
Artikel Terkait
Termasuk Indonesia, Google Maps akan Memungkinkan Pengguna Mengetahui Tarif untuk Jalan Tol di Beberapa Negara
5 Drakor Trending Viu Terbaru Minggu Ini ! Viral Banyak Dicari di Google Search dan Google Trends Loh
Cara Membuat Daftar Pustaka di Google Docs Mudah Bisa Lewat Laptop, Komputer Desktop atau HP
Cara Daftar Akun Belajar Id Pendidik dan Peserta Didik Secara Mandiri di https://belajar.id
Email is Not on Whitelist Artinya Apa ? Lagi Viral loh, Baca Nih Agar Paham Apa itu Email is Not on Whitelist