Mengulas Perang Harga di Industri Otomotif hingga Strategi Pasar Hybrid saat JPP Promedia Gelar Forum Diskusi Bareng Suzuki Indomobil Sales

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:36 WIB
Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto (kiri) dan Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra (kanan) dalam forum JPP Promedia, pada Kamis, 9 Oktober 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)
Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia, Hadi Suprapto (kiri) dan Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra (kanan) dalam forum JPP Promedia, pada Kamis, 9 Oktober 2025. (Kalimantansatu.com/Dok. Promedia Teknologi Indonesia)

KALIMANTANSATU.COM - Jaringan Pemred Promedia (JPP) menyelenggarakan forum bersama Deputy Managing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra secara daring, pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Ketua Pokja Jurnalis Otomotif Promedia sekaligus moderator, Hadi Suprapto mengajak seluruh peserta diskusi membahas seputar strategi pemasaran Suzuki di tengah semakin ketatnya persaingan industri otomotif nasional.

Menyikapi hal itu, Donny Saputra lebih menyoroti kemunculan fenomena perang harga yang belakangan marak dalam sektor industri otomotif.

Baca Juga: Bincang Bersama JPP Promedia, Sri Radjasa Bongkar Skandal Pendamping Desa ! dari Pemutusan Sepihak, Surat Partai dan Kritik Mendes PDT Yandri Susanto

"Kita lihat beberapa pabrikan melakukan strategi perang harga khususnya di industri otomotif. Bahkan saya lihat, penurunan harga menurut kami di luar batas kewajaran," tutur Donny Saputra.

Donny menyebut adanya praktik penurunan harga yang tergolong besar dalam pasar kendaraan baru hingga mencapai 10 persen.

“Contoh, ada merek tertentu secara drastis menurunkan harga kendaraan barunya lebih dari 10 persen, dan ini dampaknya tidak hanya terjadi terhadap merek tertentu tapi juga terhadap kompetisi yang ada," sebutnya.

Meski begitu, Donny memaklumi kemunculan fenomena ini.

Menurutnya, fenomena serupa merupakan hal yang lumrah terjadi dalam industri otomotif.

Baca Juga: Kabar Saham Hari Ini : PT Volta Daya Energi Indonesia (VDEI) Akusisi 9.000 Saham dalam GDI, Apa Tujuan Anak Usaha Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) ?

"Jadi kalau kami melihatnya sebetulnya di awal strategi harga ataupun perang harga itu hal yang lumrah, karena sudah terjadi sejak era 70-an," jelasnya.

Di sisi lain, Donny mengingatkan agar pabrikan tetap mementingkan kualitas produk dalam penerapan strategi harga.

Termasuk, menghindari praktik menjual unit tanpa dibarengi oleh layanan purna jual yang baik untuk konsumen.

"Jadi jangan sampai strategi harga ini berdampak terhadap kualitas produk itu maupun pelayanan itu sendiri," terang Donny.

"Jangan sampai jual mobil itu kayak jual putus gitu loh. Jual unit-unitnya saja tanpa dibarengi dengan layanan purna jual maupun layanan produk yang harusnya setara sesuai dengan produk atau harga yang diberikan," sambungnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X