Apabila tidak digabung dengan puasa Sunnah apapun, maka niatnya sebagai berikut :
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an qadha'I fardhi syahri Ramdhana lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah SWT."
Namun, jika puasa puasa qadha Ramadhan digabungkan dengan puasa sunnah Senin, maka niatnya adalah sebagai berikut :
Nawaitu shauma shahri Ramadhan al-maadi, alladhi 'alayya fardhun, shauma shahri Ramadan al-mutabaqqi minhu, fi hadza al-yaqmi al-mubarak al-musadiq al-ithnayn, lillahi ta'ala.
Artinya: "Saya niat berpuasa puasa qadha Ramadhan tahun lalu, yang belum saya ganti, pada hari ini yang bertepatan dengan hari Senin yang mulia, karena Allah Ta'ala."
(R Ridho Triwi DN)