KALIMANTANSATU.COM - Salah satu cara unik masyarakat untuk menentukan kapan Ramadan akan datang adalah dengan melihat iklan Sirup Marjan di Televisi.
Hal ini bukan tanpa sebab, karena iklan sirup Marjan selalu muncul ketika menjelang Ramadan.
Tentunya, ini menjadi anekdot tersendiri bagi masyarakat.
Kenapa iklan Marjan hanya ada di bulan Ramadhan ? Ini alasannya fren.
Tidak ditampik, bulan Ramadan menjadi momen bagi brand-brand produk kebutuhan masyarakat untuk mendemonstrasikan jualannya.
Hanya saja saat jepang Ramadan, mayoritas yang melekat dalam pikiran masyarakat selaku konsumen hanyalah iklan Sirup Marjan.
Brand Sirup Marjan menjadi bukti dari keberhasilan eksekusi produksi yang dicapai melalui konsistensi yang tinggi.
Perlu diketahui, Sirup Marjan terlihat menggunakan strategi seasonal marketing.
Strategi ini merupakan aktivitas marketing yang dilakukan pada musim tertentu atau sistem tertentu saja.
Dalam kasus ini, Sirup Marjan melakukan marketing pada momentum bulan Ramdahan hingga Idul Fitri.
Ini tidak ditampik ketika masyarakat khususnya umat muslim menjadikan sirup sebagai salah satu menu berbuka puasa Ramadan dan jamuan ketika menerima kunjungan tamu saat Idul Fitri atau lebaran.
Pada momen Ramadan dan Idul Fitri, sudah tentu permintaan sirup Marjan juga akan melonjak tinggi.
Ini berbeda jika dibandingkan bulan-bulan lainnya, sirup Marjan tentu mengalami masa old out atau lama habis.