KALIMANTANSATU.COM - Dua orang tersangka baru kasus mafia akses judi online (judol) yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) ditangkap oleh Polri.
Sebelumnya, dua tersangka baru ini sempat kabur ke luar negeri.
"Polri telah berhasil menangkap dua pelaku lainnya yang terlibat dalam kasus perjudian online di Komdigi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, Minggu 10 November 2024 dilansir PMJ News.
Ade Ary menambahkan, keduanya akan langsung dibawa ke Jakarta.
Tim nantinya akan menjemput pada pukul 19.00 WIB di terminal internasional 2F Bandara Soekarno-Hatta.
Sementara Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra mengatakan dua orang tersangka tersebut berinisial MN dan DM.
Keduanya memiliki peran berbeda.
"Peran MN bertugas untuk menyetorkan list web dan uang. Sedangkan DM menampung uang hasil kejahatan," ujar Wira Satya.
Sampai dengan saat ini, sebanyak 15 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Dari belasan pelaku tersebut, 11 orang di antaranya merupakan pegawai Komdigi.
Dari daftar tersangka tersebut termasuk tiga tersangka utama yakni AK, AJ dan A bertugas dalam mengendalikan kantor satelit di Kota Bekasi.
Polri juga sudah menetapkan dua orang DPO, yakni A dan M.
Tersangka AK sendiri diduga memiliki peranan yang penting.
Dia diduga tak lolos sebagai pegawai Komdigi, namun dapat membuka dan menutup blokir situs judi.
Artikel Terkait
Bentuk Penghormatan Pahlawan, Presiden Prabowo Subianto Letakkan Bunga di Monumen Pahlawan Rakyat Tiananmen China
Profil Bambang Suswantono Komisaris Pertamina, Mantan Perwira Tinggi TNI AL yang Pernah Menjadi Danpaspampres Presiden RI ke-7 Jokowi
Profil Condro Kirono Komisaris Independen Pertamina, Mantan Jenderal Polri yang Pernah Menjadi Kapolda Jateng
Presiden Prabowo Subianto Bertemu Xi Jinping, Tegaskan Komitmen Kerja Sama untuk Stabilitas Dunia
5 Poin Penting Hasil Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tiongkok ! Dari Gaet Investasi Rp 157 T hingga Tegaskan Sikap Politik Indonesia
Di Hadapan Pebisnis China : Prabowo Subianto Tegaskan Kolaborasi adalah Jalan Perdamaian, Bukan Konfrontasi
Presiden Prabowo Subianto Ucapkan Pepatah dalam Bahasa Tiongkok di Beijing: Seribu Kawan Telalu Sedikit