Viral Dokter Kandungan Lecehkan Pasien di Garut, Ini Permintaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi ke IDI

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Selasa, 15 April 2025 | 19:54 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan video amatir dokter obgyn yang diduga melecehkan pasien di Garut (kanan). (Instagram.com/@dedimulyadi71 - X.com/@kegblgnunfaedah)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dan video amatir dokter obgyn yang diduga melecehkan pasien di Garut (kanan). (Instagram.com/@dedimulyadi71 - X.com/@kegblgnunfaedah)

KALIMANTANSATU.COM - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi angkat bicara terkait viralnya kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan dokter obgyn atau kandungan terhadap pasien wanita di Garut.

Terkait hal itu, Dedi meminta komite dokter, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk segera mencabut izin terhadap dokter tersebut apabila kasus tersebut terbukti benar.

"Berhentikan saja cabut izin dokternya. Kenapa harus susah," tegas Dedi kepada awak media di Bandung, Jabar, pada Selasa, 15 April 2025.

Baca Juga: Speak Up Korban Dokter Kandungan di Garut yang Lagi Viral ! Lakukan Dugaan Pelecehan Seksual saat USG, Ternyata Pernah Ancam Hal Ini

"Cabut saja izin praktek dokternya dan bila perlu perguruan tingginya yang meluluskan dokter itu untuk mencabut gelar dokter," terangnya.

Dedi menuturkan, hal itu dapat menjadi langkah tegas untuk memberikan sanksi di luar penegakan hukum.

"Karena dokter itu profesi, yang ketika dilantik itu diambil sumpah profesi. Nah ini yang dilakukan," sebut Dedi.

"Jadi hari ini harus ada tindakan-tindakan tegas. Jangan lama, tidak bertele-tele," tambahnya.

Sebelumnya diketahui, skandal dugaan dokter melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita saat melakukan pengecekan USG di Garut yang tersebar di medsos.

Baca Juga: Waduh Terungkap ! Apakah Pemain Lama ? Dinkes Garut Ungkap 2024 Pernah Terima Dugaan Laporan Pelecehan Seksual oleh Dokter Kandungan yang Lagi Viral

Dalam video yang beredar, tampak dokter tengah mengecek kondisi kandungan pasien.

Saat dilakukan pengecekan, tangan dari dokter kandungan itu kedapatan memegang bagian dada korban pasien.

(*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X