KALIMANTANSATU.COM - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto menyatakan terkait polemik administrasi pulau-pulau di Tanah Air, pada Senin, 23 Juni 2025.
Sebelumnya, terjadi polemik yang memicu sengketa antara Pemerintah Daerah Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) terkait Kepmendagri Nomor 300.2.2-2138 tahun 2025 yang semula memasukkan empat pulau milik Aceh ke dalam wilayah Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.
Pulau-pulau yang sempat disengketa Aceh-Sumut itu adalah Pulau Panjang, Mangkir Besar, Mangkir Kecil, dan Lipan. Empat pulau tersebut akhirnya diputuskan Presiden Prabowo Subianto masuk ke wilayah administratif Aceh pada Selasa, 17 Juni 2025.
Terkini, Bima selaku Wamendagri mengklaim, sebanyak 43 pulau di Indonesia kini tercatat dalam sengketa.
"Jadi ada 43 pulau di seluruh Indonesia yang saat ini tercatat dalam sengketa. Ada sengketa di dalam wilayah provinsi, ada sekitar 21. Paling banyak itu di Jawa Timur," tutur Arya kepada awak media di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Senin, 23 Juni 2025.
"Dan ada sengketa antar provinsi. (Seperti) di Kepulauan Riau, ada sekitar 22," imbuhnya.
Bima menjelaskan, dari 43 pulau tersebut di antaranya sengketa antar provinsi, seperti di Kepulauan Riau yang berjumlah sekitar 22 pulau. Adapun sengketa dalam wilayah provinsi, terjadi di 13 pulau pesisir selatan Jawa Timur, yakni antara Trenggalek dan Tulungagung.
Perihal itu, Wamendagri menilai sengketa itu mirip dengan yang sebelumnya terjadi antara Aceh dan Sumut, terdapat pihak yang tidak mendaftarkan titik koordinat dan salahnya penamaan.
"Pola sengketa pulau itu agak-agak mirip dengan apa yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara," ungkap Bima.
"Secara lama satu pihak mendaftarkan titik koordinat, yang lain belum atau kemudian salah koordinat atau salah penamaan. Tetapi kemudian menyertakan bukti-bukti historis," tambahnya.
(*)
Artikel Terkait
Kemenhub Pastikan Keamanan Penerbangan Usai Dua Kali Terima Ancaman Bom, Lebih dari 74 Ribu Jemaah Haji Indonesia Sudah Tiba di Tanah Air
Bongkar 285 Tersangka Narkoba, BNN: Kalangan Perempuan Diperdaya Sindikat Untuk Jadi Kurir Narkotika Antar Pulau-Provinsi
Amarah Kim Jong Un Setelah Donald Trump Ikut Campur Konflik Israel vs Iran, Sebut Langkah Presiden Amerika Serikat itu Sembrono
Harga Minyak Dunia Melejit Setelah Amerika Serikat dan Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran, Brent Sentuh Rp1,2 Juta per Barel
Pesawat Misterius China Dilaporkan Mondar-Mandir ke Iran Meski Berpotensi Jadi Target Gempuran Israel-Amerika Serikat
Perang Israel Vs Iran Memanas ! Presiden Prabowo Subianto Kumpulkan Menteri-Panglima TNI di Hambalang Untuk Bahas Kondisi Dunia yang Dilanda Konflik
Ramai 'Kursi Kosong' Dubes RI di AS-PBB, Istana Sebut Nama Calonnya Sudah Ada di Tangan Presiden Prabowo Subianto
Dokumentasi Bahasa Inggris Jadi Tugas Kuliah Terakhir Ahmad Rifai Sebelum Ditemukan Tewas di Gunung Slamet
Isu Anambas Dijual Dibantah Wamendagri Bima Arya, Tegaskan Tak Ada Pulau di Indonesia Bisa Dimiliki Penuh Individu
Pasca Serangan Amerika Serikat ke Iran, Presiden Prabowo Subianto Siapkan Evakuasi WNI dari Kawasan Konflik