Meski Sedang Umrah, Seskab Teddy Indra Wijaya Tegaskan Prabowo Subianto Beri Instruksi Penyelamatan KMP Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Kamis, 3 Juli 2025 | 13:22 WIB
KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali Ketapang Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Kalimantansatu.com/Dok. Polda Jatim)
KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Perairan Selat Bali Ketapang Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Kalimantansatu.com/Dok. Polda Jatim)

KALIMANTANSATU.COM - KMP Tunu Pratama Jaya tenggelam di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi saat menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya diduga akibat dari cuaca buruk yang terjadi.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo pun telah mendengar kabar mengenai insiden tersebut.

“Bapak Presiden mendapat laporan dan informasi dari Tanah Air bahwa telah terjadi kecelakaan tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali karena cuaca buruk,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya dari Makkah pada Kamis, 3 Juli 2025.

Baca Juga: Update Kapal Tenggelam di Selat Bali : 15 Orang Selamat, 4 Korban Meninggal Dunia

“Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali karena cuaca buruk,” imbuhnya.

Menurut Seskab Teddy, Prabowo menerima kabar tersebut saat sedang melaksanakan ibadah umrah.

Seperti diketahui, Prabowo dan delegasi khusus Indonesia tengah melakukan kunjungan negara, salah satunya ke Arab Saudi yang menjadi pembuka dalam rangkaian kunjungan ini.

Saat masih Arab Saudi, Prabowo juga menyempatkan waktunya untuk melaksanakan ibadah umrah.

Seskab Teddy menjelaskan meskipun sedang menjalankan ibadah di Tanah Suci, Prabowo langsung memberikan instruksi kepada seluruh jajaran terkait untuk mengutamakan penyelamatan para korban.

Baca Juga: 418 Jemaah Haji Indonesia Meninggal Dunia di Arab Saudi, Kemenkes Tegas Minta Seleksi Kesehatan Makin Diperketat

“Dari Tanah Suci, Beliau langsung memerintahkan kepada jajaran Basarnas dan badan terkait untuk segera melakukan tanggap darurat penyelamatan para Penumpang dan Crew secepat mungkin,” jelas Seskab Teddy.

Sementara itu, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 22 kendaraan saat insiden terjadi.

Sebanyak 23 orang selamat, 4 orang meninggal dunia, dan 38 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X