viral

Soroti Isu HAM Seolah Bukan untuk Muslim, Begini Pernyataan Tegas Presiden Prabowo Subianto Soal Kemerdekaan Palestina saat Kunjungan ke Mesir

Sabtu, 21 Desember 2024 | 11:09 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam KTT D-8 di The New Capital President Palace, Kairo, Mesir pada Kamis (19/12/2024). (Kalimantansatu.com/Dok. Tim Media Presiden Prabowo Subianto)

KALIMANTANSATU.COM - Presiden RI, Prabowo Subianto menyerukan pentingnya persatuan dan kerja sama antar negara dengan mayoritas penduduk muslim atau beragama Islam dalam pidato di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-11 di Mesir, pada Jumat, 20 Desember 2024.

Prabowo menilai lemahnya solidaritas antar negara Muslim pada sejumlah isu, terkhusus soal perdamaian dan hak asasi manusia (HAM).

"Kita harus melihat realitas dari situasi ini. Kita selalu menyatakan dukungan untuk Palestina, Suriah, tapi dukungan yang seperti apa?" ujar Prabowo.

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengatakan sejumlah negara mengeluarkan pernyataan dukungan dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada negara lain.

Baca Juga: Ada Perintah Presiden Prabowo Subianto untuk Menteri BUMN Erick Thohir ! Minta Pastikan Tiket Pesawat Turun 10% saat Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

Namun, menurut Presiden RI itu pernyataan dari sejumlah negara tersebut tidak diimbangi dengan langkah nyata untuk menciptakan perubahan.

"Ketika saudara kita kesusahan, kita memberikan pernyataan dukungan dan mengirimkan bantuan kemanusiaan," tutur Prabowo.

"Maaf ini opini saya, tapi mari kita lihat realitasnya. Kita harus bekerja sama, menyamakan suara, dan tidak terpecah belah," lanjutnya.

Soroti Konflik Internal Negara Muslim

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyebut konflik internal di beberapa negara Muslim menjadi contoh nyata adanya konflik internal di antara sesama.

"Kapan ini akan berakhir? Bagaimana kita bisa membantu Palestina kalau kita saling bermusuhan antar sesama? Mari kita jujur kepada rakyat kita," sebutnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ajak Negara D-8 Kuat Bersama untuk Bela Palestina

Di sisi lain, Prabowo menilai dunia internasional tidak menghormati suara negara-negara Muslim.

Prabowo pun merasa berang lantaran isu HAM kerap dinilai tidak berlaku bagi umat Muslim.

"Hak asasi manusia bukan untuk orang Muslim. Ini kenyataannya, sangat menyedihkan," ungkap Prabowo.

Halaman:

Tags

Terkini