viral

Doktif Ngaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya

Kamis, 23 Januari 2025 | 21:34 WIB
Ilustrasi bopeng karena jerawat. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay)

KALIMANTANSATU.COM - Dokter Detektif atau Doktif, dokter sekaligus influencer kesehatan kena nyinyir salah satu asisten Shella Saukia yang tengah berselisih dengannya.

Asisten bos skincare itu mengatakan kalau ia akan memanggil Doktif sebagai ‘Dokter Bopeng.’

“Sekarang aku resmi panggil dia Dokter Bopeng karena mukanya memang bopeng, ini fakta lho,” ujar asisten Shella Saukia yang dipanggil Panda pada Jumat, 17 Januari 2025.

Doktif kemudian menjawabnya dengan mengatakan kalau bopeng itu ia miliki usai merawat pasien COVID-19.

“Ini bopeng karena ngurusin pasien COVID,” jawab Doktif pada video tersebut.

Baca Juga: Seluruh Jajaran Kabinet Merah Putih Sudah Lapor LHKPN ! Seskab Mayor Teddy Indra Wijaya Tercatat Punya Kekayaan Rp15 Miliar, Ini Rinciannya

Doktif disindir sesama dokter, ungkap baru tahu COVID-19 menyebakan bopeng

Setelah ramai video Doktif ini, Dokter Eka Ananda yang merupakan dokter kecantikan membuat konten dengan mengatakan keraguannya tentang COVID-19 yang bisa menyebabkan bopeng di wajah.

“Ilmu baru, bisa bopeng kalau ngurusin pasien COVID,” tulis caption pada videonya.

Setelah video tersebut viral, dokter influencer lainnya yaitu Dokter Ayman Alatas juga speak up tentang bagaimana korelasi COVID-19 bisa membuat bopeng di wajah.

Video TikTok yang diunggah pada Minggu, 19 Januari 2025, Dokter Ayman kembali mengingat saat masa COVID-19 yang membuat para nakes harus menggunakan masker yang lama dan berlapis.

“Tau kan bagaimana kemungkinan terjadinya jerawat di kondisi pakai masker yang seketat itu, risikonya jauh lebih besar, pasti tenaga kesehatan pahamlah secara teoritis,” kata Dokter Ayman.

Karena kulit lembap bisa mengakibatkan jerawat yang menimbulkan scars atau luka dan menjadi bopeng.

Baca Juga: Kepiluan Shin Tae-yong Pasca Dipecat PSSI Dibongkar Mantan Asisten Pelatih Garuda Kim Jong-jin: Seperti Diminta Pergi Secepat Mungkin

“Mungkin gak secara langsung, tapi kan saat COVID terjadi, tenaga kesehatan bekerja di kondisi seperti itu,” imbuhnya.

Halaman:

Tags

Terkini