Doktif Ngaku Wajahnya Bopeng karena Rawat Pasien COVID-19, Begini Korelasi dan Alurnya

photo author
Mas Abo Real, Kalimantan Satu
- Kamis, 23 Januari 2025 | 21:34 WIB
Ilustrasi bopeng karena jerawat. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay)
Ilustrasi bopeng karena jerawat. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay)

Penyebab bopeng dan bekas jerawat

Bopeng muncul sebagai bentuk untuk merespons dan berusaha memperbaiki jerawat.

Proses perbaikan jerawat meliputi produksi kolagen dan jika tubuh terlalu banyak memproduksi kolagen, maka akan muncul bopeng dan bekas jerawat.

Penggunaan masker yang berlapis dan ketat ini membuat kulit menjadi leih lembap dan oily atau berminyak.

Baca Juga: Rencana Komdigi Batasi Penggunaan Media Sosial untuk Anak Ditanggapi DPR RI ! Apa Responsnya ?

Karena kulit juga butuh bernapas, kondisi COVID memungkinkan nakes tidak pernah melepas masker yang digunakan.

Akhirnya, minyak dan bakteri bisa berkembang biak secara cepat dan menyumbat pori-pori kulit.

Bopeng sendiri merupakan bekas jerawat yang bentuknya cekung hingga terlihat seperti lubang di kulit.

Karena sumbatan pori-pori itulah yang membuat bopeng muncul ketika lapisan kulit yang lebih dalam rusak karena jerawat.

Bagaimana cara menghilangkan bopeng?

Tidak ada cara yang bisa menghilangkan bopeng dengan instan.

Semua pengobatannya tergantung pada jenis bopeng dan tingkat keparahannya di kulit.

Baca Juga: Uya Kuya akan Diperiksa MKD DPR ! Buntut Viralnya Sang Anggota Dewan Ini Merekam Rumah Korban Kebakaran Los Angeles

Untuk perawatan mandiri, bisa mencoba skincare yang mengandung AHA retinoid, asam laktat, atau asam salisilat untuk memudarkan bekas luka.

Sementara untuk hasil yang lebih optimal, disarankan menemui dokter kecantikan untuk perawatan seperti peeling, laser, suntik keloid, dan yang lainnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mas Abo Real

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X