viral

Dibantu Kedubes Brasil, Basarnas Ungkap Keluarga Juliana Marins Beri Apresiasi Usaha Tim SAR saat Proses Evakuasi

Jumat, 27 Juni 2025 | 13:41 WIB
Proses evakuasi pendaki WNA Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani banyak menarik atensi dari publik. (Kalimantansatu.com/Dok. Basarnas)

KALIMANTANSATU.COM - Proses evakuasi pendaki WNA Brasil, Juliana Marins, yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani banyak menarik atensi dari publik.

Banyak kritikan sempat diterima oleh Basarnas karena dinilai lamban dalam proses evakuasi.

Saat konferensi pers, Basarnas menjelaskan bahwa proses evakuasi tidak bisa menggunakan media udara karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Dalam konferensi pers itu juga dijabarkan bahwa Basarnas dan pihak keluarga Juliana telah menjalin komunikasi.

Baca Juga: Mengapa Evakuasi Juliana Marins Tidak Menggunakan Helikopter di Jurang Gunung Rinjani ? Begini Penjelasan Basarnas

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan bahwa mereka difasilitasi oleh Kedutaan Besar (Kedubes) Brasil untuk bisa memberikan penjelasan langsung kepada keluarga.

“Difasilitasi oleh pihak embassy atau kedutaan, kita sampaikan mulai dari kegiatan yang dilaksanakan kemudian kita presentasikan tahapan-tahapan kegiatan, sebagai tanggapan moral dari pemerintahan terhadap korban warga negara asing tersebut,” ujar Syafii saat konferensi pers, dikutip dari unggahan SAR Mataram pada Jumat, 27 Juni 2025.

Syafii kemudian mengungkapkan bahwa keluarga memberikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan.

Ia juga menambahkan bahwa keluarga menerima dengan hasil akhir evakuasi tim SAR.

“Dari pihak keluarga Alhamdulillah, yang pertama menyampaikan apresiasi apa yang sudah dilakukan kita dan operasi yang kita laksanakan,” ujarnya.

Baca Juga: Cerita Agam Rinjani saat Evakuasi Juliana Marins dari Jurang, Bertaruh Nyawa Menginap di Tebing Curam 590 Meter

“Pihak keluarga bisa sangat menerima situasi dan kondisi yang dihadapi karena memang mungkin tidak selamanya sama dari apa yang diperkirakan oleh masyarakat yang tidak tahu persis apa yang terjadi di sini,” terangnya.

Juliana terjatuh di jurang sekitar Cemara Nunggal pada Sabtu, 21 Juni 2025 dan tubuhnya berhasil ditarik oleh tim SAR pada Rabu, 25 Juni 2025.

(*)

Tags

Terkini