Apa itu Kumitra (Kemudahan Usaha Mikro Bermitra) ? Menteri Maman Abdurrahman Anggap Sebagai Langkah Strategis untuk UMKM

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Kamis, 16 Oktober 2025 | 15:12 WIB
Menteri UMKM Maman Abdurrahman bicara tentang Kumitra. (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Kementerian UMKM)
Menteri UMKM Maman Abdurrahman bicara tentang Kumitra. (Kalimantansatu.com/Dok. Humas Kementerian UMKM)

KALIMANTANSATU.COM - Kini, program Kemudahan Usaha Mikro untuk Bermitra (Kumitra) diupayakan oleh Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat ekosistem rantai pasok nasional.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, sejak 2022 hingga 2024 telah tercatat 2.546 kesepakatan kemitraan antara usaha besar dan UMKM dengan nilai mencapai Rp15,9 triliun.

Kemitraan itu melibatkan 725 usaha besar dan 1.505 pelaku UMKM di berbagai sektor.

“Padahal, kita memiliki lebih dari 64 juta UMKM di seluruh Indonesia. Artinya, ruang kemitraan yang bisa kita dorong masih sangat luas untuk diperkuat,” ungkap Menteri UMKM Maman Abdurrahman di Sukabumi, Kamis (9/10/2025).

Baca Juga: Menteri UMKM Maman Abdurrahman Dorong Madu Jadi Alternatif Menu MBG, Ini Alasannya

Apa itu Kumitra ?

Maman Abdurahman menjelaskan, Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra) adalah langkah strategis untuk memperluas peluang usaha, dan memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro.

Kumitra disebut Maman bisa membantu UMKM naik kelas agar dapat terintegrasi dalam rantai pasok formal, baik di tingkat nasional maupun global.

“Selama ini hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa salah satu penyebab utama usaha mikro sulit berkembang adalah karena mereka dibiarkan berjuang sendirian tanpa jaminan pasar yang pasti,” terangnya.

Pemberdayaan Kelompok Rentan

Selain melalui program Kumitra yang memperkuat ekosistem rantai pasok, Pemerintah melalui Kementerian BUMN juga berorientasi pada pemberdayaan kelompok rentan, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas.

Baca Juga: Alasan Prabowo Subianto Optimis Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Makan Bergizi Gratis (MBG) ! Klaim Ada Kaitannya dengan Lapangan Kerja

“Sebagian besar pengusaha mikro adalah ibu rumah tangga. Selain itu, ada amanah dari Presiden Prabowo agar kita juga harus memberi perhatian khusus kepada saudara-saudara penyandang disabilitas,” jelasnya.

Maman bilang, untuk membangun ekosistem pemberdayaan pengusaha mikro yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para mitra strategis seperti Bank BJB, Alfamart, Indomaret, Pegadaian dan Pegadaian Syariah, Jamkrindo, Askrindo, Bandung Kunafe, dan Baznas yang telah berkomitmen mendukung ekosistem kemitraan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X