BGN Berbenah Setelah Menu Burger untuk MBG Dikritik, Bakal Larang Keras Pakai Produk Kemasan Pabrik dan Ajak UMKM Lokal Bersertifikat Resmi Jadi Pemas

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 28 September 2025 | 19:56 WIB
Para balita menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Benyer Daya Baru, Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. (Kalimantansatu.com/Dok. Badan Gizi Nasional)
Para balita menikmati menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dusun Benyer Daya Baru, Desa Telaga Waru, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. (Kalimantansatu.com/Dok. Badan Gizi Nasional)

KALIMANTANSATU.COM - Badan Gizi Nasional (BGN) kini akan lebih ketat dalam memilih menu untuk Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kebijakan terbarunya, BGN akan menggandeng UMKM lokal sebagai pemasok bahan makanan.

Oleh karena itu, penggunaan makanan ultra processed food (UPF) akan mulai dilarang untuk digunakan dalam pengolahan MBG.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang menegaskan penerapan larangan penggunaan makanan kemasan pabrik akan membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk berkembang.

"Begitu larangan ini dilaksanakan, ratusan ribu UMKM pangan akan hidup. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk tidak hanya memberi gizi bagi anak bangsa, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat," ujar Nanik di Jakarta pada Sabtu, 27 September 2025.

Baca Juga: Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo Subianto Langsung Panggil Kepala BGN Soal Keracunan MBG. Ini Janjinya !

Keputusan tersebut juga sebagai respons atas masukan dari DPR, pengamat, dan masyarakat luas mengenai penggunaan makanan kemasan.

“Olahan daging (sosis, nugget, burger, dan lain-lain) mengutamakan produk lokal atau dari UMKM yang memiliki sertifikasi halal, SNI, terdaftar BPOM, serta masa edar maksimal satu minggu dari tanggal edar,” ujar Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan dalam keterangannya kepada awak media pada Sabtu, 27 September 2025.

“Dengan kebijakan ini, kita bukan hanya bicara soal menu bergizi, tapi juga soal keberpihakan pada UMKM. MBG harus menjadi program yang menyehatkan sekaligus menyejahterakan,” imbuhya.

Tak Ada Toleransi Jika Tetap Gunakan Produk Kemasan Pabrik

Dalam kesempatan lain, Nanik sempat menegaskan bahwa dirinya pun menyoroti tentang menu MBG yang menggunakan produk dari pabrik meski baru menjabat sebagai Wakil Kepala BGN selama seminggu.

“Dapur MBG adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal, bukan untuk memperkaya pemilik pabrik roti,” kata Nanik saat jumpa pers di Jakarta pada Jumat, 26 September 2025.

“Saya tidak akan mentolerir pemakaian produk-produk pabrikan, kami akan menggunakan lokal. Roti-roti yang dibuat oleh ibu-ibu murid yang kami berikan makan. Jadi, roti itu dibuat oleh ibunya dan dimakan anaknya,” terangnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Tekankan Keselamatan Anak Prioritas Utama MBG, Menko Zulkifli Hasan : Insiden Bukan Sekadar Angka

Kecuali untuk susu, di mana tidak ada peternakan sapi, maka diizinkan untuk menggunakan produk kemasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X