KALIMANTANSATU.COM - Cabai Katokkon dikenal dengan sebutan Lada Katokkon (Capsicum annuum var. chinense).
Cabai Katokkon merupakan jenis cabai khas dan primadona dari Kabupaten Tana Toraja.
Bentuk cabai Katokkon menyerupai paprika, namun memiliki ciri khas tersendiri yakni ukurannya kecil, gemuk, bulat, dan pendek, dengan panjang rata-rata sekitar 3-4 cm.
Buahnya berwarna hijau keunguan saat masih muda, dan berubah menjadi merah cerah yang menyegarkan ketika telah matang.
Cabai Katokkon memiliki tingkat kepedasan yang lebih pedas dari cabai rawit biasa dan memiliki aroma yang khas.
Harga cabai katokkon ini juga lebih mahal daripada jenis cabai lainnya.
Baca Juga: 4 Cara Menyuburkan Tanaman Pakai Pupuk Ampas Teh ! Jangan Dibuang, Coba Lakukan Hal Ini
Dikutip dari Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian, cabai Katokkon hanya dapat tumbuh di dataran tinggi sekitar 1000-1500 M dpl.
Pada umur 3-4 bulan setelah tanam, cabai katokkon sudah bisa menghasilkan buah.
Jumlah buah cabai katokkon dapat mencapai 100-150 buah/pohon setara dengan 0,8-1,2 kg cabai.
Dalam 1 kali musim tanam, cabai katokkon dapat dipanen sampai empat kali.
Setelah panen pertama, panen berikutnya dapat dilakukan setiap 3 hari sekali dan dipetik berlangsung selama 8-10 bulan (4 kali panen).
Cara Menanam Cabai Katokkon untuk Ide Bisnis Menjanjikan
Mengingat harganya yang lebih mahal dari cabai rawit dan memiliki tempat tersendiri di hati para pecinta pedas, Cabai Katokkon bisa menjadi ide bisnis.