Cara Nanam Cabai Katokkon untuk Ide Bisnis Menjanjikan Cuan, Si Pedas dari Tana Toraja yang Menjadi Primadona dan Bikin Lidah Bergetar

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:08 WIB
Cara Nanam Cabai Katokkon untuk Ide Bisnis Menjanjikan Cuan, Si Pedas dari Tana Toraja yang Menjadi Primadona dan Bikin Lidah Bergetar (Kalimantansatu.com/Dok. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian)
Cara Nanam Cabai Katokkon untuk Ide Bisnis Menjanjikan Cuan, Si Pedas dari Tana Toraja yang Menjadi Primadona dan Bikin Lidah Bergetar (Kalimantansatu.com/Dok. Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian)

Apalagi jika kamu ingin membudidayakan di lahan yang luas.

Berikut ini cara nanam cabai Katokkon untuk bisnis menjanjikan :

1. Pembibitan

Benih (biji cabai) berasal dari cabai matang di pohon yang tidak terserang penyakit, subur, dan berbuah banyak.

Buah yang telah diseleksi dikeluarkan bijinya, kemudian dijemur selama kurang lebih 7 hari.

2. Persemaian

Pada saat persemaian, rendam benih terpilih dalam air hangat selama kurang lebih 24 jam, kemudian tiriskan benih dan campur dengan abu dapur halus dengan perbandingan benih dan abu 1 : 10.

Benih yang sudah tumbuh setelah 15 hari sebaiknya dipindahkan ke dalam polybag berdiameter 5 cm dan dipindahkan setelah 30-45 hari semai.

3. Pengolahan tanah

Saat menunggu bibit untuk siap ditanam, lakukan pengolahan tanah pada lahan yang akan ditanami untuk menggemburkan tanah.

Pengolahan lahan secara sempurna dilakukan 2 kali.

Pengolahan pertama meliputi pembongkaran tanah dengan menggali sedalam 25-30 cm, kemudian lahan dibiarkan 1 minggu agar gas-gas yang berbahaya dalam tanah dapat menguap.

Setelah gembur, buat bedengan dengan lebar 1-1,5 m dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.

Jika musim hujan dianjurkan membuat parit dengan kedalaman 25 m.

4. Penanaman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X