KALIMANTANSATU.COM - Keberhasilan bisnis budidaya pisang sangat bergantung pada penanganan panen dan pascapanen.
Sebagai buah dengan tingkat respirasi dan produksi etilen yang cepat, pisang memang aman dipanen dalam kondisi mentah.
Namun, kesalahan saat memotong tandan bisa memicu luka memar pada buah, yang berujung pada singkatnya masa simpan dan anjloknya nilai jual.
Menggunakan alat panen yang sesuai serta menerapkan teknik pemetikan yang benar adalah langkah krusial untuk menjaga kualitas pisang tetap optimal hingga ke tangan konsumen.
Pisang termasuk dalam buah klimakterik, yaitu buah yang mengalami lonjakan respirasi dan produksi gas etilen saat proses pematangan.
Ketika dipanen, pisang akan terus melakukan proses respirasi sehingga mudah mengalami pematangan dan kerusakan.
Oleh karena itu, setiap tahapan penanganan harus dilakukan secara tepat agar kesegaran tetap terjaga, umur simpan lebih panjang, dan nilai ekonominya meningkat.
Penanganan pascapanen meliputi kegiatan panen, sortasi, pencucian, pengeringan, pemeraman, pengemasan, hingga pengangkutan secara benar.
Rangkaian kegiatan tersebut bertujuan menekan kerusakan hasil sekaligus mempertahankan mutu buah sampai ke konsumen.
Teknologi dalam Panen dan Pascapanen Pisang
Dalam memanen pisang, langkah pertama penentu keberhasilan adalah pemilihan waktu panen yang tepat.
Buah pisang dapat dipanen ketika telah mencapai tingkat ketuaan optimal, yaitu sekitar 80 hari setelah berbunga.
Ciri pisang siap panen diantaranya adalah sudut-sudut buah mulai membulat, perbandingan daging dan kulit telah sesuai, dan ujung tandan mulai rapuh.