Tahap pemanenan kemudian dapat dilakukan secara hati-hati seperti dengan memotong batang, menahan tandan agar tidak terjatuh, dan mengangkut menuju tempat penampungan tanpa menimbulkan benturan pada buah.
Perkembangan teknologi kini telah banyak membantu petani dalam proses pemanenan, terutama dalam panen pisang.
Pisang dipanen dengan teknik dan bantuan alat tertentu untuk memaksimalkan mutu buah yang lebih baik.
Pada tahap prapanen, buah pisang yang telah tumbuh menuju masak dapat dilindungi dengan plastik pembungkus untuk mengurangi potensi penularan penyakit layu dan perlindungan dari serangga.
Pemasangan plastik dapat menggunakan alat pembungkus tandan pisang untuk pembungkusan tandan dari bawah tanpa menggunakan tangga.
Alat ini terdiri atas plastik pembungkus, cincin, dan tali yang dapat disesuaikan dengan tinggi dan kemiringan tandan.
Saat panen, inovasi alat yang digunakan pertama kali adalah alat pemetik buah pisang.
Alat pemetik berbentuk galah yang dapat dibongkar pasang dan telah dilengkapi dengan pembungkus plastik pada bagian ujung.
Alat ini memungkinkan buah pisang yang telah terpotong tandannya dapat langsung tertampung dalam plastik, sehingga meminimalisir bahkan terhindar dari benturan maupun kontak dengan getah pisang, getah yang berkontak dengan buah dapat menjadi media penularan penyakit.
Alat pemetik sederhana ini dapat diterapkan baik pada kebun pisang skala kecil maupun perkebunan komersil, dan bermanfaat mempercepat proses panen, dan mengurangi kehilangan hasil.
Setelah tandan dipanen, proses selanjutnya adalah penyisiran, buah pisang dipisahkan dari tandan menjadi kelompok kecil (sisir).
Penyisiran secara tradisional sering kali menyebabkan luka pada buah, terutama apabila susunan sisir dalam tandan cukup rapat.
Penggunaan alat penyisir pisang menjadi solusi untuk melepaskan sisir dari tandannya dengan hasil potongan yang lebih rapi tanpa menimbulkan goresan, memar, ataupun luka.