Cara Adaptasi Teratai Ternyata Seperti Ini. Ada 2 Spesies Teratai loh, Nelumbo Nucifera dan Nelumbo Lutea

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 13 September 2023 | 21:10 WIB
Teratai (Pixabay/ha11ok)
Teratai (Pixabay/ha11ok)

Adaptasi hidrofobik ini disebut sebagai “efek teratai” dan telah menginspirasi banyak produk yang meniru sifat-sifatnya, seperti cat, kain, dan genteng.

Bunga

Menurut Science Ray, bunga teratai mekar dalam warna putih, merah muda dan kuning dan tertahan di atas air dengan batang setinggi 2 hingga 4 kaki.

Banyak spesies burung dan serangga memakan serbuk sari teratai. Hewan-hewan ini menyebarkan serbuk sari untuk menyuburkan tanaman di sekitarnya dan menyebarkan benih.

Adaptasi warna cemerlang pada bunga menarik perhatian para pengumpan.

Bunga teratai mekar dalam warna putih, merah muda dan kuning dan tertahan di atas air dengan batang setinggi 2 hingga 4 kaki.

Hewan-hewan ini menyebarkan serbuk sari untuk menyuburkan tanaman di sekitarnya dan menyebarkan benih.

Iklim Mikro

Menurut National Botanical Research Institute (NBRI), bunga teratai, batang, daun, dan akar menghasilkan panas yang membantu mengatur suhu air di sekitarnya untuk membentuk iklim mikro yang ramah teratai.

Fenomena ini disebut termoregulasi.

Selain mendorong pertumbuhannya sendiri, panas yang dihasilkan tanaman teratai juga menarik serangga penyerbuk.

Teori/Spekulasi

Menurut National Botanical Research Institute (NBRI), tanaman teratai menyerap logam berat dalam jumlah besar dan telah digunakan untuk membersihkan polutan industri.

Selain itu, bunga teratai memiliki sifat antibakteri, suatu adaptasi yang melindunginya dari mikroorganisme dan menjadikannya tanaman obat yang berharga.

(R Ridho Triwi DN)

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: ehow.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X