Apa itu Budaya Kerja Karoshi di Jepang ? Tuai Sorotan Dunia Internasional ! Indonesia Wajib Waspada Karena Bisa Mengakibatkan Kematian, Sob

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 7 September 2024 | 11:44 WIB
Ilustrasi kerja di kantor (Kalimantansatu.com/Pixabay Pexels)
Ilustrasi kerja di kantor (Kalimantansatu.com/Pixabay Pexels)

KALIMANTANSATU.COM - Sahabat generasi emas, Kalimantasatu, tahukah kamu bahwa 'karoshi' atau kematian akibat bekerja yang terjadi di Jepang.

Hal ini menjadi perbincangan hangat publik internasional.

‘Karoshi’ juga sering disebut aktivitas seorang karyawan yang bekerja sampai mati, karena sang karyawan terlalu banyak bekerja dengan jam kerja yang relatif terlalu panjang.

Selain itu, para karyawan di Jepang kebanyakan memiliki ikatan terlalu besar dengan pekerjaan.

Hal inilah yang membuat mereka rela sering bekerja sampai lembur.

Fenomena ini menjadi isu yang hangat, hingga membuat Jepang mendapatkan julukan sebagai negara dengan penduduk yang gila kerja dan rela menghabiskan waktu untuk bekerja.

Baca Juga: Awasi Anak dari Pornografi ! Ketahui Hal Ini, Orang Tua Harus Belajar dari Kasus Viral Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP Palembang oleh 4 Remaja

Sayangnya, kebiasaan gila kerja ini kerap kali menyebabkan kematian karena kelelahan.

Kasus kematian karena terlalu banyak kerja inilah yang disebut sebagai ‘karoshi’.

‘Karoshi’ Pertama di Jepang

Di Jepang, karoshi pertama kali terjadi pada tahun 1969.

Hal ini terjadi pada pria berusia 29 tahun yang pada saat itu bekerja di departemen pengiriman surat kabar di Jepang.

Ketika di kantor, pria tersebut mendadak terserang stroke dan dinyatakan meninggal karena terlalu berlebihan bekerja.

Sejak kejadian tersebut, fenomena ‘karoshi’ terus terjadi di Jepang karena para pegawai takut akan dipecat apabila kerja mereka tidak maksimal.

Mereka juga berharap bisa segera naik pangkat atau naik gaji dengan menunjukkan hasil kerja yang maksimal di hadapan atasan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemdikbud, BPK, Wired, NCBI, Kalimantansatu.com, Journals Kemnaker, Istor Org, Better Work

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X