Awasi Anak dari Pornografi ! Ketahui Hal Ini, Orang Tua Harus Belajar dari Kasus Viral Pemerkosaan dan Pembunuhan Siswi SMP Palembang oleh 4 Remaja

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 7 September 2024 | 11:31 WIB
Ilustrasi kasus kriminal (Pixabay/Geralt)
Ilustrasi kasus kriminal (Pixabay/Geralt)

KALIMANTANSATU.COM - Viral kasus pemerkosaan dan pembunuhan terhadap siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Palembang, Minggu 1 September 2024.

Kasus yang terjadi di TPU Talang Kerikil, Palembang ini melibatkan korban berinisial AA (13) dengan pelaku IS (16) yang merupakan pacar korban, bersama tiga teman pelaku.

Korban AA mengalami rudapaksa hingga meninggal dunia, saat pelaku IS membekapnya hingga lemas bersama tiga pelaku lainnya yang sudah menunggu di TKP.

Berdasarkan hasil investigasi tim Psikolog Biro SDM Polda Sumsel, motif kasus pemerkosaan dan pembunuhan ini adalah adanya keinginan pelaku untuk menyalurkan nafsu yang didapat dari tontonan pornografi.

Baca Juga: Inilah Kisah Pedesaan yang Tahan dari Terjangan Tsunami di Jepang, Ternyata karena Tanggul Laut Raksasa Ini. Sempat Dikira Proyek Gagal loh

Haryo juga menyebut, kepolisian telah menyita bukti di HP pelaku, yakni beberapa video dewasa.

Pengaruh pornografi ke pelaku yang masih berusia 16 tahun itu kian besar, sampai membuatnya mengajak teman-temannya melakukan tindak asusila, yakni merencanakan pemerkosaan dan pembunuhan.

Motif yang diungkap dalam kasus tersebut menunjukkan fenomena buruk di dunia anak, karena pengaruh dari pornografi.

Sebab, peran orang tua sangat penting untuk melindungi anak dari pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan dari pornografi.

Untuk menghindari anak dari pornografi, berikut ini hal yang perlu diketahui orang tua untuk memberikan perlindungan demi kesejahteraan sang anak di masa depan.

Baca Juga: Mengenang Mendiang Faisal Basri yang Meninggal Dunia pada Kamis 5 September 2024. Ekonom Senior Indonesia yang Pernah Berkarier di Pemerintahan & UI

Memberi Contoh yang Baik

Anak adalah peniru ulung, oleh karena itu orang tua diharapkan bisa menjadi contoh yang baik bagi mereka.

Fenomena yang umumnya terjadi ialah ketika anak sering melihat orang tua atau orang sekitarnya bermain gadget hingga larut malam.

Selain itu, kebiasaan main gadget di dalam waktu makan, bukan tidak mungkin anak akan meniru tindakan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Kemkes, Kalimantansatu.com, Gloria School Org, Jurnal Univa Medan

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X