Makin Parah ! Kerugian Telkom Gara-gara Investasi Telkomsel di Saham GOTO Bengkak. IFW Duga Ada Konflik Kepentingan, Sarankan Investigasi Menyeluruh

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 7 Agustus 2024 | 15:44 WIB
Logo GOTO (Kalimantansatu.com/Dok. Gojek)
Logo GOTO (Kalimantansatu.com/Dok. Gojek)

KALIMANTANSATU.COM - Makin parah, nilai kerugian investasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk di saham PT Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO membengkak.

Seperti diketahui, saham GOTO mengalami penurunan signifikan hingga kini.

Sepanjang kuartal II Tahun 2024, kerugian yang belum terealisasi dari investasi di GOTO mencapai Rp857 Miliar.

Hal ini terkuak dari laporan keuangan terbarunya.

Tentunya estimasi angka kerugian yang belum terealisasi tersebut melonjak lebih dari 100 persen.

Jika diakumulasi selama semester I Tahun 2024, angka kerugian itu membengkak hingga 112,65 persen.

Pada kuartal I tahun 2024, kerugian belum terealisasi di saham GOTO mencapai Rp403 Miliar.

Baca Juga: Profil Biodata Veddriq Leonardo Atlet Panjat Tebing Indonesia Asal Pontianak Kalbar yang Sempat Bikin Rekor Dunia di Olimpiade Paris 2024

Terkait hal ini, Indonesia Financial Watch (IFW) menduga adanya pengaruh kepentingan pribadi dalam keputusan investasi Telkom, dan kondisi ini semakin diperparah dengan dugaan adanya potensi konflik kepentingan.

"Kerugian yang dialami Telkom ini sangat memprihatinkan. Apalagi jika dikaitkan dengan dugaan konflik kepentingan. Pemerintah perlu melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap kebenarannya," ujar Koordinator IFW, Abraham Runga Mali, dalam keterangannya seperti dilansir Mediusnews.com, Jakarta, Selasa 6 Agustus 2024.

Apalagi, kerugian ini semakin mencolok jika dibandingkan dengan harga pembelian saham GOTO oleh Telkomsel (anak usaha Telkom) memiliki 23,7 miliar lembar saham GOTO yang dibeli seharga Rp 270 per lembar saham senilai Rp 6,4 triliun pada 2020-2021, sementara saat ini harga saham GOTO berada di kisaran Rp 50.

"Sekarang Telkomsel gigit jari karena harga saham GOTO hanya di kisaran Rp50-an," ucap Abraham.

Baca Juga: Mengenal Le Bourget Sport Climbing Venue Panjat Tebing Olimpiade Paris 2024. Gelar Dua Kategori ! Speed Climbing dan Boulder Lead Climbing

Abraham, menyoroti GOTO sejak didirikan tetap merugi, pasalnya dari akumulasi yang dicapai GOTO hanya mencapai Rp209,7 triliun terhitung sejak per 31 Maret 2024.

Saat ini, sinergi macam apa yang bisa diharapkan dari perusahaan yang terus merugi seperti GOTO? Karena Telkomsel dikendalikan oleh Telkom, semua kerugian akibat investasi di GOTO ini tercantum dalam laporan keuangan Telkom,” tambah Abraham.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: mediusnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X