Masuk Pasar Afrika, Ekspor Perdana Makanan Ringan Indonesia Tembus Pantai Gading

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:12 WIB
Ilustrasi snack makanan ringan. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Zozz_)
Ilustrasi snack makanan ringan. (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay Zozz_)

KALIMANTANSATU.COM - Setelah berkontribusi besar pada perekonomian nasional, produk makanan ringan asal Indonesia kini berhasil menembus pasar Afrika, termasuk Pantai Gading.

Ini merupakan capaian positif bagi Industri makanan dan minuman (mamin) tanah air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri mamin telah menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan manufaktur.

"Industri makanan dan minuman tumbuh sebesar 6,15 persen pada triwulan II Tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen," ujar Agus dalam keterangan resmi pada Sabtu 30 Agustus 2025.

Baca Juga: Melihat Potensi Bisnis Jengkol yang Punya Peminat Tinggi di Luar Negeri. UMKM Indonesia Pernah Punya Riwayat Ekspor Jengkol ke Dua Negara Ini Fren

Menurut Agus, subsektor ini juga menyumbang 41 persen terhadap PDB industri pengolahan nonmigas.

Tidak hanya memperkuat pasar domestik, produk-produk mamin juga terus merambah ke luar negeri.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menambahkan hingga Mei 2025, ekspor mamin Indonesia mencapai Rp278,85 triliun dengan surplus perdagangan sebesar Rp197,1 triliun.

Salah satu pencapaian terbaru datang dari PT URC Indonesia yang mengekspor produk makanan ringan ke Pantai Gading.

"Kami menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada PT URC Indonesia atas kinerjanya mengekspor produk biskuit dan makanan ringan ke negara-negara di Afrika," ungkapnya.

Putu menekankan bahwa langkah tersebut menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas produk Indonesia.

Baca Juga: Bisa Kok Fren, Ini 7 Tips Bisnis Ekspor Dengan Modal Minim ! Buka Lapangan Kerja Yuk Sembari Menghasilkan Keuntungan dan Devisa Negara

Dengan pelepasan ekspor 10 kontainer dari Cikarang Dry Port, produk Tanah Air semakin menancapkan eksistensinya di pasar internasional.

Ke depan, pemerintah mendorong lebih banyak industri biskuit dan makanan ringan memperluas pasar ekspor.

"Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk terus menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui penerbitan berbagai program dan kebijakan yang strategis, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional," lanjut Putu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X