Indonesia dan Tiongkok Perkuat Komitmen Penggunaan Mata Uang Lokal (LCT) serta Konektivitas Pembayaran QRIS Antarnegara

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Sabtu, 13 September 2025 | 13:33 WIB
Pertemuan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBoC) Pan Gongsheng di Beijing, Kamis (11/9/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Bank Indonesia)
Pertemuan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBoC) Pan Gongsheng di Beijing, Kamis (11/9/2025). (Kalimantansatu.com/Dok. Bank Indonesia)

KALIMANTANSATU.COM - Indonesia dan Tiongkok memperkuat komitmen penggunaan mata uang lokal (Local Currency Transaction/LCT) dalam perdagangan dan investasi bilateral.

Skema tersebut dinilai memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat dengan transaksi yang lebih efisien, biaya konversi lebih rendah, serta dukungan pada stabilitas keuangan.

Pada periode Januari–Juli 2025, nilai transaksi LCT Indonesia–Tiongkok telah mencapai ekivalen 6,23 miliar dolar AS, meningkat dari ekivalen 2,17 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, capaian kerja sama LCT Indonesia–Tiongkok menjadi tonggak penting dalam memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Baca Juga: Bank Indonesia Ungkap Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah 12 September 2025, Cek Rinciannya

Statistik itu mengemuka saat pertemuan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dan Gubernur People's Bank of China (PBoC) Pan Gongsheng di Beijing, Kamis (11/9/2025).

Gubernur Perry Warjiyo mengungkapkan keyakinan bahwa partisipasi pelaku usaha dan memperdalam kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok akan terus meluas.

"Langkah ini mencerminkan komitmen bersama memperkuat kolaborasi bilateral dan membangun ekosistem keuangan yang lebih terhubung, aman, dan inklusif. Ke depan, Bank Indonesia akan terus bekerja sama dengan PBoC dan pemangku kepentingan untuk mendorong inovasi serta memperluas integrasi keuangan," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Fondasi Kerjasama Keuangan Solid

Gubernur Pan Gongsheng menyampaikan bahwa sebagai dua negara berkembang besar di Asia, Tiongkok dan Indonesia memiliki tanggung jawab bersama dalam menghadapi dinamika global saat ini.

Hubungan dagang dan investasi Tiongkok dan Indonesia telah dibangun dari fondasi kerjasama keuangan yang solid.

Baca Juga: IHSG Sepekan Ditutup Bervariasi, Kapitalisasi Pasar BEI Mengalami Perubahan Sebesar 0,57% Menjadi Rp14.130 T dari Rp14.211 T pada Pekan Sebelumnya

Sehingga, penguatan kerja sama ini menjadi sangat penting.

Komitmen penguatan LCT dengan Tiongkok ini juga sejalan dengan capaian LCT Indonesia dengan negara mitra lainnya.

Pada periode Januari–Juli 2025, realisasi transaksi LCT Indonesia dengan negara lain juga terus menunjukkan perkembangan, yaitu Malaysia (ekivalen 2,03 miliar dolar AS), Thailand (ekivalen 644 juta dolar AS), Jepang (ekivalen 5,08 miliar dolar AS), Korea Selatan (ekivalen 85 juta dolar AS), dan Uni Emirat Arab (ekivalen 72 juta dolar AS).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X