Perkuat Literasi Risiko Nasional, IFG Dorong Asuransi sebagai Instrumen Mitigasi yang Dibutuhkan Masyarakat

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 30 Januari 2026 | 08:39 WIB
Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, mendukung inisiatif literasi asuransi yang digelar Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) sebagai upaya memperkuat ketahanan risiko nasional. (Kalimantansatu.com/Dok. IFG)
Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, mendukung inisiatif literasi asuransi yang digelar Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) sebagai upaya memperkuat ketahanan risiko nasional. (Kalimantansatu.com/Dok. IFG)

KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Indonesia Financial Group (IFG), bagian dari Danantara Indonesia, mendukung inisiatif literasi asuransi yang digelar Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) sebagai upaya memperkuat ketahanan risiko nasional.

Dukungan ini menegaskan peran strategis IFG dan anggota holding dalam membangun pemahaman publik bahwa asuransi merupakan instrumen keuangan utama dalam mitigasi risiko.

Forum yang berlangsung pada 29 Januari 2026 di Jakarta tersebut mengangkat pengelolaan risiko bencana secara sistematis di tengah meningkatnya paparan risiko geologi dan hidrometeorologi.

Forum ini juga menjadi ruang pertukaran gagasan lintas pemangku kepentingan untuk memperkecil protection gap di Indonesia.

Baca Juga: Indonesia Financial Group (IFG) Perkuat Tata Kelola untuk Dorong Customer Centricity dan Transformasi Berkelanjutan di Industri Asuransi Nasional

Sejumlah anggota holding IFG yang turut mendukung kegiatan ini antara lain Jasindo, Jasa Raharja Putera, dan Askrindo.

Sekretaris Perusahaan IFG Denny S. Adji menilai literasi asuransi menjadi fondasi penting bagi ketahanan ekonomi.

“Asuransi perlu dipahami sebagai instrumen mitigasi risiko yang dibutuhkan masyarakat dan dibeli secara sadar, bukan sekadar produk yang dijual. Ini sejalan dengan komitmen IFG untuk Melayani Sepenuh Hati melalui perlindungan yang relevan dan berdampak nyata,” ujarnya.

Ketua Umum KUPASI Azuarini Diah Parwati mengapresiasi dukungan IFG dan mendorong kolaborasi jangka panjang.

“Keterlibatan IFG dan anggota holding menunjukkan penguatan literasi asuransi menjadi agenda bersama industri. Kolaborasi ini penting untuk membangun pemahaman masyarakat tentang manajemen risiko secara berkelanjutan,” katanya.

Baca Juga: Melalui Transform Business 2026, IFG Perkuat Customer Centricity dan Penciptaan Nilai Berkelanjutan

Peran industri dalam mitigasi risiko juga bercermin dari langkah operasional anggota holding IFG. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), selaku Ketua Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN), memastikan perlindungan aset negara tetap berjalan di tengah bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Rangkaian bencana dalam sepekan terakhir berpotensi berdampak pada ribuan aset negara. Data awal Konsorsium ABMN mencatat 2.578 objek berpotensi terdampak di 43 kabupaten/kota dengan nilai pertanggungan sekitar Rp3,78 triliun, yang menunjukkan pentingnya skema asuransi dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan aset publik.

Indonesia berada di kawasan rawan bencana dengan dampak sosial dan ekonomi signifikan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X