Ketika Petani Papua Dukung Program Cetak Sawah Rakyat untuk Memenuhi Kebutuhan Pangan Anggap Jawab Perubahan Zaman

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Senin, 15 Juni 2026 | 12:31 WIB
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pertanian disambut antusias oleh para petani di Papua. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)
Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digagas pemerintah melalui Kementerian Pertanian disambut antusias oleh para petani di Papua. (Kalimantansatu.com/Dok. Bakom RI)

Selain perubahan pola konsumsi, Markus juga menyoroti perubahan cara masyarakat mengelola lahan.

Jika dahulu masyarakat terbiasa berpindah-pindah lokasi berkebun setelah enam hingga sembilan bulan, kini pola tersebut semakin sulit dilakukan sehingga keberadaan lahan sawah menetap menjadi solusi yang dinilai relevan.

“Karena sudah perkembangan sekarang, kita berkebun adalah (tanam) pangan di satu lokasi, satu tempat, kita hanya tinggal olah saja, tidak bisa dipindah-pindah lagi. Maka itu kemarin kami di Sorong Selatan, kami terima 3.700 hektare yang kemarin sudah dikerjakan di tahun 2025. Sudah percetakan sawah, di tahun 2026 kita siap mau tanam,” ucapnya.

Elias R. Semih, Kepala Kampung Molase, di Distrik Klamono, Papua Barat Daya, juga menyampaikan hal senada.

Dia menyebut masyarakat menerima program CSR dengan baik karena diyakini dapat membawa perubahan bagi perekonomian warga.

“Program ini diterima, dikelola oleh masyarakat supaya ekonomi mereka itu ada perubahan,” ujar Elias.

Baca Juga: Ekonom INDEF Ibaratkan Ekonomi RI bak Sepak Bola, Sarankan Waktunya Ganti Strategi!

Elias sendiri merupakan pemilik tanah adat di wilayah pelaksanaan program. Ia mengatakan kebutuhan pangan masyarakat Papua hingga saat ini belum selalu dapat terpenuhi secara optimal.

Karena itu, pengembangan lahan sawah dinilai penting untuk memperkuat ketersediaan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Elias berharap program tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan taraf hidup warga di tingkat akar rumput. 

“Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo yang begitu antusias untuk melihat masyarakat ekonomi akar rumput di bawah dan mereka punya hidup. Mudah-mudahan ke depan menjadi baik, menjadi perubahan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Teguh Apmin Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Rizal Beno, menilai program Cetak Sawah Rakyat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua.

Ia berpendapat program tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pengembangan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani di Papua.

Ia menjelaskan kelompok taninya memperoleh alokasi cetak sawah seluas 50 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 5 hektare telah mulai ditanami.

Namun, menurut Rizal, masih diperlukan dukungan sarana dan prasarana untuk mendukung keberlanjutan usaha tani, terutama pada tahap panen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Sumber: Bakom RI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X