Kontroversi Pelaksanaan SPMB 2026 di Jabar Picu Polemik! Ormas Laskar Benteng Indonesia Minta Kadisdik Diganti, Nilai Tak Becus Urus Anggaran

photo author
Prabu Warah, Kalimantan Satu
- Rabu, 10 Juni 2026 | 14:46 WIB
Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI) meminta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mencopot jabatan Kadisdik Jawa Barat buntut polemik SPMB 2026. (Dok. Istimewa)
Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI) meminta Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mencopot jabatan Kadisdik Jawa Barat buntut polemik SPMB 2026. (Dok. Istimewa)

Baca Juga: Kini Kamu Bisa Dukung Kalimantansatu.com Lewat Traktir Kopi, Fitur Sederhana yang Bikin Semakin Dekat Dengan Pembaca Lintas Generasi

KALIMANTANSATU.COM - Masyarakat di Jawa Barat (Jabar) tengah ramai menyoroti muncul berbagai persoalan yang mewarnai pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru 2026 (SPMB 2026).

Sebelumnya, program yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar itu telah memicu gelombang keluhan orang tua siswa terkait masalah verifikasi, gangguan sistem dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) di lapangan.

Bahkan, sebagian orang tua peserta SPMB di Jabar itu mengaku kebingungan saat memahami saat mekanisme pendaftaran SPMB 2026 tersebut.

Buntut dari persoalan ini, terjadi aksi protes di Kantor Disdik Jabar, pada 9 Juni 2026.

Baca Juga: Isu Rupiah Makin Keok hingga Bikin Cemas Investor! Chatib Basri Beberkan Alasan Logis dari Risiko Fiskal, Benarkah Kondisi Ekonomi RI 2026 Mirip 1998?

Sejumlah massa aksi mengeluhkan sistem SPMB yang begitu alot, sehingga menimbulkan ketidakpahaman antara orang tua murid terkait sistem tersebut.

Menyikapi persoalan itu, Wasekjen Ormas Laskar Benteng Indonesia (LBI), Eri Kurnia Febri Fahrozi, S.E angkat bicara.

Eri mengungkapkan, sebagian orang tua siswa mengeluhkan ketidakjelasan Disdik Jabar menyikapi berbagai persoalan yang dialami para peserta SPMB 2026.

"Banyak orang tua murid hadir ke Disdik Jabar untuk konfirmasi hal tersebut akan tetapi di sana mereka malah menerima sikap yang tidak jelas dari pihak Disdik," kata Eri dalam keterangannya, pada Rabu, 10 Juni 2026.

"Dan sampai gubernur pun turun tangan ke lokasi, alhasil ditemukan beberapa hal yang menurut gubernur ada kesalahan dalam pembuatan sistem," sambungnya.

Baca Juga: Skandal Korupsi Chromebook Dinilai Tabrak Perpres 16-2018, Nadiem Makarim Dituding Sengaja Perintah Direktur SD-SMP ! JPU Tolak Semua Pledoi di Sidang

Minta Kadisdik Jabar Dicopot

Dalam penuturannya, Eri meminta Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyani untuk mencopot Purwanto sebagai Kadisdik Jabar atas polemik yang terjadi dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Prabu Warah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X