KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menegaskan pembangunan 1.151 kilometer jalan daerah yang baru saja diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto pekan lalu merupakan langkah nyata pemerintah dalam membuka akses ekonomi hingga kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat.
Pembangunan jalan ini berlandaskan pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Menurutnya, peresmian jalan daeran ini sekaligus jadi pesan yang kuat kepada seluruh rakyat bahwa pembangunan di era ini adalah pembangunan yang inklusif.
Baca Juga: [KOLOM OPINI] Creator Pers: Evolusi Wartawan di Era Attention Economy
“Pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota-kota besar, tapi menjangkau hingga ke pelosok-pelosok desa yang selama ini jarang tersentuh. Kita ingin memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi benar-benar dirasakan oleh setiap warga negara,” kata Qodari dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Ia menyatakan pembangunan jalan yang tersebar di 37 provinsi ini sangat krusial. Sebab, infrastruktur jalan menjadi urat nadi perekonomian rakyat.
Jalan-jalan yang dibangun merupakan jalur yang menghubungkan produksi para petani di desa hingga ke meja makan seluruh keluarga di Indonesia.
“Pembangunan ini adalah fondasi kokoh kita bersama untuk menyongsong swasembada pangan, energi, dan air,” ucapnya.
Pemerintah, lanjut Qodari, ingin memastikan tidak ada lagi hasil panen yang membusuk di jalan akibat akses jalan yang rusak.
Selain itu, tidak boleh ada lagi pasokan energi dan air bersih yang terhambat karena jalur terputus.
“Dengan jalan yang mulus dan terhubung, aliran pasokan pangan dari pusat-pusat produksi ke masyarakat akan berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya.
Menurut Qodari, peresmian jalan sepanjang 1.151 km ini juga jadi bukti nyata bahwa ketika seluruh elemen bangsa bersatu dan bergerak maju, maka tak ada tantangan yang tak bisa dilalui.
(Uploader: Panji Narendra M.)
Artikel Terkait
'Kutukan Gocap' Saham GOTO Ramai Dibahas Investor, Tak Beranjak dari Harga Rp50 Walaupun Ada Rencana Aksi Korporasi Buyback Rp3,5 Triliun
Baru Diluncurkan ! Gubernur BI Perry Warjiyo Beberkan Apa Saja 4 Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026 untuk Ekonomi Kerakyatan
Kuartal I 2026, Nilai Ekspor Industri Kerajinan Indonesia Tembus Rp2,97 T ! Naik 4,08 Persen, Menperin Agus Gumiwang Beberkan Strateginya
Strategi Ekonomi Sirkular di Perkebunan, BSPJI Samarinda Gandeng BPDP Gelar Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit
2.500 Karyawan PT Pakerin Terancam PHK ! Kemenperin Siapkan Dukungan dan Berupaya Aktifkan Produksi Kertas Karton yang Terhenti Sejak Desember 2024
Usut Tuntas Mafia Tambang Kalipuro ! Praktisi Hukum Bakal Kirim Aduan ke PPAT, Buru Aktor Intelektual di Balik Joko Jatmiko
Geser Pelayanan ke Berbasis Nilai Manfaat, BPJS Kesehatan Sasar Penanganan Jantung hingga Tekan Tren Caesar
Komisaris PT Krakatau Semen Indonesia Ahmad Najmi Shahab jadi Sorotan, Sebelumnya Viral Mufli Asisten Raffi Ahmad Juga Jabat Komisaris Krakatau Posco
Dorong Visi Future of Work di HP Elevate 2026, HP Hadirkan Inovasi untuk Bantu Masyarakat Indonesia Ubah Potensi AI Menjadi Hasil Nyata
[KOLOM OPINI] Creator Pers: Evolusi Wartawan di Era Attention Economy