KALIMANTANSATU.COM - PT Sri Rejeki Isman Tbk atau dikenal Sritex resmi pailit.
Hal ini menyusul putusan perkara Pengadilan Negeri (PN) dengan nomor 2/Pdt.Sus-Homologasi/2024/PN Niaga Smg pada Senin 21 Oktober 2024.
Setelah 58 tahun beroperasional, akhirnya Sritex bangkrut.
Awalnya, Sritex didirikan oleh H.M Lukminto sebagai perusahaan perdagangan tradisional di Pasar Klewer, Solo pada 1966 silam.
Saat masa kejayaannya, Sritex mempunyai empat lini produksi untuk memenuhi permintaan nasional hingga internasional.
Bahkan pada 1994, Sritex menjadi produsen seragam militer untuk NATO dan Tentara Jerman.
Apa saja ? Berikut ini 4 lini produksi Sritex yang membuatnya bertahan hingga lebih dari setengah abad dan mendapatkan penghargaan :
1. Spinning (Pemintalan)
Sritex adalah pemasok utama benang berkualitas tinggi untuk pabrik tekstil diberbagai belahan dunia seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Spanyol, Argentina, Brasil, Jepang dan Korea Selatan.
Divisi pemintalan mengubah serat menjadi benang berkualitas.
Secara berkelanjutan, Sritex terus mengadopsi teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi produk serta menyediakan beragam pilihan benang.
Kapasitas pemintalan Sritex terus meningkat pesat.