KALIMANTANSATU.COM - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan selalu ada komunikasi di kalangan para menteri dengan Presiden Prabowo Subianto.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menkeu Purbaya saat menjadi bintang tamu di podcast Denny Sumargo.
“Ngobrol lah, Tapi enggak semua menteri, yang sering ikut tuh 10 orang, 12 orang, sektor-sektor penting. Kalau saya kenapa dipanggil, karena pasti buntutnya minta uang kan?” ucap Menkeu Purbaya, dikutip dari podcast Denny Sumargo pada Jumat, 3 Juli 2026.
Menkeu Purbaya menyebut bahwa setiap pertemuan dengan Presiden, tugas para menteri membeberkan setiap risiko dari program atau rencana yang dijalankan.
Menkeu Purbaya: Presiden Ingat Angka, Enggak Bisa Ngibul
Lebih lanjut, Denny Sumargo menyampaikan bahwa seolah-olah para pejabat tidak saling berkomunikasi satu sama lain.
“Ini yang tidak sampai ke masyarakat kadang-kadang, seolah-olah tuh kayak enggak ngobrol gitu,” ucap Denny.
“Dia (Presiden) orang pintar, cepat sekali adjustnya (penyesuaian). Jadi ada menteri ngomong gini-gini, tiba-tiba (Presiden) bisa marah, ‘Kamu gimana? Kenapa lama banget kamu? Kamu saya suruh kenapa minta setahun lagi? Minta studi kelayakan lagi itu minimal setahun?’” kata Purbaya menirukan Prabowo.
Purbaya juga menyebut bahwa Prabowo mengingat angka-angka dalam program yang telah dilaporkan oleh para menteri.
“Dari situ saya tahu Presiden itu pinter, inget angka-angka yang kita sebutkan. Jadi, enggak berani ngibul. Kalau jelek kita ngomong aja biar dia ambil keputusan,” imbuhnya.
Ungkap soal Pengambilan Kebijakan untuk APBN
Purbaya juga menyinggung tentang pengambilan kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bersama Prabowo.
Artikel Terkait
Mantap ! Produksi Beras Diprediksi Tembus 25,28 Juta Ton per Agustus 2026, Kian Perkuat Swasembada Pangan Indonesia
Perkuat Pengembangan Talenta Kreatif Nasional, ICCN Teken Kerja Sama Strategis dengan Kementerian Ekonomi Kreatif
Persiapkan Diri Memasuki Dunia Kerja, Mahasiswa Sains Komunikasi Unida Praktik Langsung dengan Jejaring Media Nasional Promedia di Bandung
Diduga Ilegal Juga Rusak Lingkungan, Tambang Galian C di Bulusan Banyuwangi Masuk Tahap Penyidikan Polresta
Mengintip Gaya Komunikasi Strategis Kepala Bakom RI Qodari : Membumi dan Berbasis Data Ketika Tanggapi Isu Kopdes Merah Putih
Simulasi ARA IPO Saham JELI, JECX, BACH, EMMI, PRDL dan RANS ! Bisa Cuan Lebih dari 200% Jika 5 Kali Berturut-turut
Kasus Begal di Arcamanik Bandung: Anak Pengurus Ormas LBI Jadi Korban, 1 Unit Motor Dirampas, Derita Luka Berat hingga Dirawat di RS Hasan Sadikin
Kasus Suap Proyek Perkim: Ada Temuan Platina Seberat 55 Kg di Mobil Bupati Langkat Senilai Rp40 M, Benarkah Logam Ini Lebih Langka Dibanding Emas?
Kronologi 3 Polisi Kalteng Tewas saat Geruduk Rumah Bandar Narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Bagaimana Awal Mulanya?
Skandal 'Amplop' Bupati Kuansing ke Menhut Raja Juli Antoni di Kasus Gratifikasi, Duit Sogokan untuk Lepas Hutan Produksi?