KALIMANTANSATU.COM, JAKARTA - Rilis data terbaru oleh Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menunjukkan kinerja positif perdagangan nonmigas.
Menjadi tulang punggung perdagangan Indonesia, komoditas nonmigas tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, ekspor komoditas nonmigas mencatat pertumbuhan 3,89 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, dengan nilai mencapai USD 110,19 miliar.
Nilai tersebut menguasai 95,52 persen dari total ekspor Indonesia, semakin mendominasi dibanding porsi tahun lalu sebesar 94,71 persen.
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyampaikan bahwa neraca perdagangan nonmigas surplus USD 16,31 miliar sepanjang Januari-Mei 2026.
Baca Juga: Inflasi Indonesia Tetap Terkendali Hingga Juni 2026, BPS Beberkan Rinciannya
“Surplus neraca perdagangan nonmigas hingga Mei 2026 didorong oleh kinerja positif ekspor yang mencatat nilai USD 110,19 miliar, lebih tinggi dibandingkan total impor sebesar USD 93,88 miliar,” jelas Amalia melalui keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, ekspor produk industri pengolahan menjadi pendorong utama ekspor nonmigas hingga Mei 2026, dengan nilai mencapai USD 94,62 miliar atau naik 6,80 persen dibanding periode Januari-Mei 2025.
“Ekspor sektor industri pengolahan dengan kinerja yang impresif yaitu ekspor produk olahan nikel, minyak kelapa sawit, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar anorganik lainnya, serta semi aluminium,” kata Amalia.
BPS mencatat ekspor produk olahan nikel hingga Mei 2026 mencapai USD 5,41 miliar atau naik 61,06 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, minyak kelapa sawit USD 11,50 miliar atau naik 8,58 persen, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian USD 4,99 miliar atau naik 21,39 persen, sementara kimia dasar anorganik lainnya USD 1,38 miliar atau naik 84,34 persen.
Tiongkok tercatat sebagai negara tujuan utama ekspor nonmigas hingga Mei 2026, dengan nilai USD 28,54 miliar, tumbuh impresif 17,68 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan ekspor nonmigas juga terekam ke negara/kawasan tujuan utama lainnya, yakni Amerika Serikat USD 12,73 miliar atau naik 5,13 persen, India USD 7,43 miliar atau naik 1,96 persen, ASEAN USD 22,13 miliar atau naik 3,03 persen, dan Uni Eropa USD 7,99 miliar atau naik 2,93 persen.
Sementara impor komoditas nonmigas hingga Mei 2026 mencapai USD 93,88 miliar.
Artikel Terkait
Bumi Serpong Damai Bukukan Pendapatan Usaha Rp2,37 Triliun pada Kuartal I 2026, Manajemen BSDE Beberkan Angkanya
Evaluasi Program MBG Fokus pada Tata Kelola dan Kualitas Layanan, Qodari : Ditata dari Segi Pengelolaannya
Fundamental Ekonomi Kuat dan Kondisi Stabil ! Kepala Bakom RI Qodari Tegaskan Kondisi RI Kini dan 1998 Sangat Berbeda
Intip Beberapa Poinnya! Soal Tambang Galian C Di Banyuwangi, DPW JPKP Jawa Timur Pernah Layangkan Kajian Tentang Potensi Kerugian Negara
Mantan Menkeu Fuad Bawazier Prediksi Program MBG Semakin Sempurna di Tahun Ketiga : 'Program Besar dan Baru kok Mau Langsung Perfect'
[KOLOM OPINI] Ketika UU Pers Bertemu Era TikTok: Masih Relevankah Regulasi yang Dibuat pada 1999?
Tingkat Kepuasan Publik Tinggi era Prabowo Subianto, Kepala Bakom RI Qodari : Pemerintah Tidak Berpuas Diri
Bos BSI Area Sulsel Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Verbal terhadap Bawahannya, Korban Mengaku Depresi
Promedia Group Sambangi Kantor Bakom RI, Audiensi Bahas Penguatan Komunikasi Publik Bersama Jaringan Media Lokal
Inflasi Indonesia Tetap Terkendali Hingga Juni 2026, BPS Beberkan Rinciannya