"Stabilitas ini lebih dari sekadar angka ini adalah landasan di mana keputusan properti dibuat mulai dari ekspansi multinasional hingga investasi lokal," kata Anton Sitorus.
Sementara itu, Co-Head of Office Services, Judy Sinurat bilang, sektor perkantoran mencerminkan transformasi.
Era di mana ukuran besar menjadi daya tarik utama telah berlalu.
Saat ini, perusahaan mengejar kualitas, keberlanjutan, dan fleksibilitas.
"Menara berlabel hijau dengan fasilitas canggih sangat diminati, karena penyewa mencari ruang yang mencerminkan nilai merek mereka dan mendukung kesejahteraan karyawan," ujar Judy Sinurat.
Okupansi Perkuat flight-to-quality
Co-Head of Office Services Albert Dwiyanto mengatakan, CBD Jakarta memiliki stok 7,1 juta meter persegi, dengan tingkat okupansi 75% dan sewa rata-rata sekitar IDR170.000 per meter persegi per bulan.
Namun, pasokan baru sangat terbatas—hanya 188.000 meter persegi CBRE Press Release yang diharapkan hingga 2028.
"Kekurangan pasokan ini sudah mulai mendorong kenaikan sewa, terutama di gedung-gedung premium, dan memperkuat tren flight-to-quality," terangnya.
Head of Industrial & Logistics Services Ivana Susilo mengatakan, di luar pusat kota, narasi industri juga sama menariknya.
Seiring dengan perubahan kebiasaan konsumen akibat e-commerce dan posisi Indonesia sebagai pusat manufaktur kendaraan listrik, permintaan akan lahan industri dan fasilitas logistik modern terus meningkat.
Hal ini tercermin dalam tingkat okupansi yang tinggi di kawasan industri dan pusat logistik utama di wilayah tersebut.
"Akibatnya, harga lahan industri serta sewa logistik tetap stabil, namun tekanan semakin meningkat karena pasokan kesulitan mengikuti permintaan," ungkap Ivana.