Mal Destinasi Gaya Hidup Dinamis
Head of Research & Consultancy Anton Sitorus menegaskan, mal-mal di Jakarta sedang berkembang melampaui peran tradisionalnya untuk menjadi destinasi gaya hidup yang dinamis.
Penekanan yang semakin besar pada retailtainment mengubah pengalaman konsumen, dengan menggabungkan belanja secara mulus dengan unsur-unsur budaya, hiburan, dan sosial.
"Mal-mal terkemuka menampilkan konsep pop-up yang dikurasi dan zona gaya hidup khusus yang dirancang untuk melibatkan pengunjung dan mendorong mereka untuk tinggal lebih lama./," terangnya.
"Mal-mal premium terus memimpin dalam metrik kinerja, memanfaatkan portofolio merek yang kuat dan posisi premium, sementara mal-mal kelas menengah sedang me-reinvent diri melalui
aktivasi dan acara yang beresonansi dengan audiens yang didorong oleh media sosial saat ini," jelasnya.
Transformasi Digital
Selain itu, Managing Director - Advisory Services Indonesia Angela Wibawa juga menerangkan, transformasi digital dan adopsi cloud sedang mempercepat di Asia Tenggara, menempatkan Indonesia sebagai pasar pertumbuhan kunci untuk pusat data.
Negara ini kini menempati peringkat kedua di kawasan untuk kapasitas pipa, dengan pasokan diperkirakan akan berkembang sekitar 40% dalam waktu dekat.
"Tren ini menyoroti pentingnya strategis lahan industri dan infrastruktur listrik dalam mendukung ekonomi digital," pungkasnya.
(*)