KALIMANTANSATU.COM - Adaro Minerals Indonesia atau ADMR mencatatkan laba bersih sebesar 79 juta dolar AS pada 2Q23 (-33,5% YoY).
Pendapatan turun -11,1% YoY menjadi 225 juta dolar AS.
Sementara itu, beban pokok pendapatan justru naik +24,1% YoY.
Akibatnya, laba kotor turun -29,2% YoY dan GPM turun menjadi 52,7% (vs. 2Q22: 66,1%).
Dibandingkan dengan 1Q23 (QoQ), laba bersih ADMR turun -7%, sejalan dengan pendapatan yang turun -5,4%.
Secara kumulatif selama 1H23, ADMR membukukan laba bersih 164 juta dolar AS (-19,1% YoY), mencapai 54,8% dari estimasi konsensus.
Pendapatan naik +6,4% YoY menjadi 464 juta dolar AS (mencapai 50,2% dari estimasi konsensus), didorong volume penjualan batu bara yang tumbuh +42% YoY menjadi 1,8 juta ton.
Kenaikan volume tersebut dapat mengompensasi average selling price (KLIK LINK LAPORAN ASP) yang turun -25% YoY.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan naik +41,8% YoY, antara lain didorong kenaikan beban royalti (+11,2%), pengangkutan (+56,3%), dan jasa pertambangan (+77,4%).
Akibatnya, laba kotor turun -11,9% YoY dan GPM tergerus menjadi 54,6% (vs. 1H22: 66%).
Selain itu, beban usaha melonjak +156,2% YoY.(KLIK LINK LAPORAN IDX)
(R Ridho Triwi DN)
Disclaimer : Artikel ini hanya bersifat informasi. Bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu. Semua keputusan investasi nasabah mengandung risiko dan adanya kemungkinan kerugian atas investasi tersebut. Seluruh risiko investasi bukan merupakan tanggung jawab kami melainkan tanggung jawab masing-masing investor