KALIMANTANSATU.COM - Saat berada di tempat umum, apakah kamu pernah melihat anak-anak usia dini menangis ?
Bahkan sambil berteriak hingga menghentak-hentakkan kaki ataupun merajuk dengan duduk di lantai sembari menendang-nendangkan kakinya.
Sebagian orang berpikir bahwa apa yang dilakukan sang anak adalah drama agar orang tua merasa perlu menuruti keinginan anak-anak mereka agar drama tersebut dapat segera berhenti.
Lalu, darimana anak-anak belajar memainkan drama tersebut ?
Ternyata, kondisi seperti yang telah disebutkan sebelumnya disebut dengan Temper Tantrum.
Dilansir laman yankes.kemkes.go.id, Rudolph Dreukurs seorang pakar pengasuhan anak menekankan bahwa alasan utama yang menyebabkan anak-anak berperilaku buruk ialah keputusasaan.
Dimana anak-anak yang putus asa seringkali menuntut perhatian yang tidak semestinya, dan orang tua biasanya menanggapinya dengan mencoba memaksakan kehendak mereka terhadap anak-anak, yang menyebabkan orang tua terjebak didalam siklus ini, dan benar-benar menghukum anak atas perilaku mereka yang buruk.
Salah satu bentuk ekspresi emosional dalam bentuk kemarahan yang meledak-ledak pada anak dikenal dengan perilaku tantrum, yang dapat dikategorikan sebagai perilaku yang buruk berdasarkan perspektif sebagian orangtua.
Apa itu Tantrum ? Berikut Ini Definisi Tantrum
Tantrum adalah masalah perilaku yang umum dialami oleh anak-anak prasekolah yang mengekspresikan kemarahan mereka dengan tidur di lantai, meronta-ronta, berteriak dan biasanya menahan napas.
- Tantrum adalah bersifat alamiah, terutama pada anak yang belum bisa menggunakan kata dalam mengungkapkan rasa frustrasi mereka.
- Merupakan suatu ledakan emosi kuat sekali, disertai rasa marah, serangan agresif, menangis, menjerit-jerit, menghentak-hentakkan kedua kaki dan tangan ke lantai atau tanah.
- Perilaku tantrum secara umum diartikan sebagai perilaku agresif yang dilakukan oleh seorang anak untuk keluar dari kondisi ketidaknyamanannya (deprivasi).