Stres Melanda ? Coba Gaes, 5 Latihan Pernapasan yang Ampuh Bikin Rileks. Cuma Perlu Tempat yang Tenang dan Waktu Beberapa Menit Saja

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Jumat, 15 Agustus 2025 | 20:59 WIB
Ilustrasi melatih pernapasan . (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay HARU_Creative)
Ilustrasi melatih pernapasan . (Kalimantansatu.com/Dok. Pixabay HARU_Creative)

KALIMANTANSATU.COM - Saat stres melanda, sebagian orang merasa tubuhnya sering kali memberikan sinyal seperti napas yang terasa lebih cepat, dada terasa sesak, atau pikiran terasa kacau.

Sebenarnya, salah satu cara sederhana yang bisa membantu menenangkan diri adalah dengan latihan pernapasan.

Latihan ini tidak memerlukan peralatan khusus atau ruangan besar.

Cukup dibutuhkan tempat yang tenang dan waktu beberapa menit untuk fokus pada tarikan serta hembusan napas.

Meski sederhana, latihan pernapasan terbukti mampu membantu menurunkan tingkat stres.

Baca Juga: Apa Saja Kandungan Bahan Aktif Obat Nyamuk ? Wajib Tahu Gaes, Seberapa Amankah untuk Kesehatan Manusia ?

Durasi latihan dapat dimulai dari 2–5 menit setiap hari, kemudian ditambah secara bertahap seiring tubuh terbiasa. Praktik ini bisa dilakukan beberapa kali dalam sehari, baik di waktu yang sudah dijadwalkan maupun saat dibutuhkan.

Dilansir dari Healthline, berikut ini 5 teknik pernapasan yang mudah dipraktekkan dan dapat memberikan efek menenangkan atau rileks bagi tubuh maupun pikiran:

1. Pursed Lip Breathing

Teknik ini membantu memperlambat ritme napas dengan cara menarik napas melalui hidung selama dua hitungan, lalu menghembuskannya perlahan melalui bibir yang dimonyongkan seperti bersiul selama empat hitungan.

Pursed lip breathing dapat dilakukan kapan saja, bahkan saat menaiki tangga atau mengangkat barang.

Baca Juga: Ternyata Bukan Sekadar Kosmetik, Ini Alasan Pelembap Wajah Penting untuk Kesehatan Kulit

2. Diaphragmatic Breathing

Pernapasan diafragma melatih tubuh bernapas menggunakan perut, bukan dada. Teknik ini bermanfaat bagi penderita masalah pernapasan, tekanan darah tinggi, atau gangguan kecemasan.

Posisi awal biasanya berbaring dengan lutut sedikit ditekuk, satu tangan di dada, dan satu di perut. Tarikan napas akan membuat perut terangkat, sementara dada tetap stabil.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X