KALIMANTANSATU.COM - Fenomena picky eater terjadi saat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program MBG diimplementasikan perdana mulai 6 Januari 2025 di 26 provinsi secara bertahap.
Selain ada anak-anak yang lahap menyantap menu MBG, ada juga anak-anak yang ogah makan.
Di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) misalnya, ada salah satu siswa SDN 25 Palembang, Jalan Inspektur Marzuki, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Kota Palembang yang mengeluhkan meni MBG.
Adapun, menu MBG itu diantaranya nasi putih, tempe, tahu, tumis buncis dan pisang.
"Saya tidak suka tahu, tempe dan sayur buncis. Saya sukanya ayam, ikan dan sayur kangkung," ucap Gibran.
Dalam video yang viral di media sosial, siswa kelas 3 SD itu terlihat diam saat menerima makanan itu.
"Saya tidak suka. Tadi sudah sarapan, jadi nasi ini saya bawa pulang," terangnya.
Apa itu Picky Eater ?
Tentunya, orang tua senang melihat anaknya makan dengan lahap apa pun hidangan yang tersedia untuknya.
Namun ada kalanya anak melalui fase tertentu, ketika mereka ogah-ogahan makan dan hanya ingin makan makanan tertentu yang disukai.
Pada fase ini, anak sering disebut menjadi picky eater.
Apa itu picky eater ? Kenapa perlu menjadi perhatian orang tua ?
Dikutip dari Primaya Hospital, picky eater adalah istilah yang kerap dipakai untuk mengacu pada anak yang sering menolak makan atau enggan mencicipi makanan baru yang belum pernah dicoba.