Fenomena Picky Eater Terjadi di Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo Subianto ! Apa itu Picky Eater ? Ketahui Komplikasi, Gejala dan Penyebab

photo author
R Ridho Triwi D.N, Kalimantan Satu
- Rabu, 8 Januari 2025 | 11:30 WIB
Ilustrasi makanan bergizi. (Kalimantansatu.com/Pixabay Pexels)
Ilustrasi makanan bergizi. (Kalimantansatu.com/Pixabay Pexels)

KALIMANTANSATU.COM - Fenomena picky eater terjadi saat implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program MBG diimplementasikan perdana mulai 6 Januari 2025 di 26 provinsi secara bertahap.

Selain ada anak-anak yang lahap menyantap menu MBG, ada juga anak-anak yang ogah makan.

Di Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) misalnya, ada salah satu siswa SDN 25 Palembang, Jalan Inspektur Marzuki, Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Kota Palembang yang mengeluhkan meni MBG.

Adapun, menu MBG itu diantaranya nasi putih, tempe, tahu, tumis buncis dan pisang.

Baca Juga: Viral Siswa SD di Gorontalo Simpan Makanan Gratis untuk Ibu: Mau Kasi Makan Mama, di Rumah Tak Ada Nasi

"Saya tidak suka tahu, tempe dan sayur buncis. Saya sukanya ayam, ikan dan sayur kangkung," ucap Gibran.

Dalam video yang viral di media sosial, siswa kelas 3 SD itu terlihat diam saat menerima makanan itu.

"Saya tidak suka. Tadi sudah sarapan, jadi nasi ini saya bawa pulang," terangnya.

Apa itu Picky Eater

Tentunya, orang tua senang melihat anaknya makan dengan lahap apa pun hidangan yang tersedia untuknya.

Namun ada kalanya anak melalui fase tertentu, ketika mereka ogah-ogahan makan dan hanya ingin makan makanan tertentu yang disukai.

Pada fase ini, anak sering disebut menjadi picky eater.

Apa itu picky eater ? Kenapa perlu menjadi perhatian orang tua ?

Dikutip dari Primaya Hospital, picky eater adalah istilah yang kerap dipakai untuk mengacu pada anak yang sering menolak makan atau enggan mencicipi makanan baru yang belum pernah dicoba.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: R Ridho Triwi D.N

Sumber: Primaya Hospital

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X